Politik

Ketua TP PKK Dukung UMKM Perempuan di Madura Night Vaganza

Bagikan:

SUMENEP — Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Sumenep, Nia Kurnia Fauzi, mengunjungi stan-stan pelaku usaha pada gelaran Madura Night Vaganza (MNV) 2026 di GOR A. Yani Pangligur, Senin malam (31/8/2026). Kunjungan itu dimaksudkan untuk memberi dukungan bagi pelaku UMKM perempuan dan mendorong pengembangan ekonomi kreatif lokal.

Dukungan langsung untuk UMKM perempuan

Dalam kunjungannya, Nia menyaksikan produk-produk yang dipamerkan sekaligus berdialog dengan para pelaku usaha. Ia menekankan bahwa MNV bukan sekadar acara hiburan, melainkan ruang pemberdayaan ekonomi perempuan.

"Pemberdayaan perempuan selain berkaitan dengan peningkatan kapasitas dan keterampilan, juga bagaimana perempuan memiliki ruang untuk mengembangkan potensi ekonomi secara mandiri,"

Produk lokal sebagai sumber peluang

Menurut Nia, perkembangan UMKM memberi peluang besar bagi perempuan untuk membuka usaha dan menopang ekonomi keluarga. Ia mencatat beragam produk kreatif lahir dari sentuhan perempuan lokal.

  • Kuliner tradisional dan inovatif
  • Kerajinan tangan berbasis kearifan lokal
  • Produk olahan berbahan baku lokal

Keberadaan produk tersebut menunjukkan perempuan tidak sekadar bisa mengelola usaha, tetapi juga menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan lingkungan sekitar.

Dorongan naik kelas dan pemanfaatan digital

Nia, yang juga anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sumenep, mendorong agar produk UMKM perempuan tidak berhenti pada tahap promosi lokal. Ia mengajak pelaku usaha meningkatkan kualitas, memperluas pasar, dan memanfaatkan teknologi pemasaran digital.

"Kami mendorong bukan hanya produk perempuan bisa tampil dan terkenal di masyarakat, tetapi bagaimana mereka mampu naik kelas, memperluas pasar, meningkatkan kualitas produk, dan memanfaatkan teknologi digital untuk pemasaran produknya,"

Harapan ke depan

Nia berharap MNV terus dikembangkan sebagai wadah promosi dan jejaring usaha, terutama bagi pelaku UMKM perempuan di Kabupaten Sumenep. Ia menegaskan kegiatan ini perlu menjadi gerakan berkelanjutan untuk memperkuat kemandirian ekonomi perempuan.

"MNV tidak berhenti sebagai sebuah event, tetapi bagian dari gerakan bersama untuk mendorong perempuan semakin mandiri, kreatif, produktif, dan berdaya secara ekonomi," tuturnya.

Dengan dorongan tersebut, pelaku UMKM perempuan diharapkan mampu meningkatkan kapasitas usaha, menjangkau pasar lebih luas, dan memberi dampak positif pada kesejahteraan keluarga serta komunitas setempat.

Bima Prakoso
Penulis
Bima Prakoso

Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.

Berita Terkait