Rully Nere: Piala Soeratin Papua 2026 Bangkitkan Talenta Muda
Legenda sepak bola Papua Rully Nere menyambut positif kembalinya Piala Soeratin Provinsi Papua 2026 yang berlangsung sejak 27 Agustus hingga 8 September di Stadion Barnabas Youwe, Kabupaten Jayapura. Turnamen ini mempertandingkan tiga kelompok usia—U-13, U-15, dan U-17—sebagai jenjang pembinaan untuk menumbuhkan kembali talenta muda Papua.
Harapan Rully terhadap pembinaan talenta
Rully menilai kompetisi berjenjang menjadi momentum penting untuk membangun ekosistem sepak bola Papua yang sempat kehilangan kompetisi rutin. Menurutnya, pemain muda perlu ruang tampil agar pengalaman dan kemampuan mereka berkembang sejak dini.
“Sangat bagus karena sudah cukup lama kita tidak melihat kompetisi seperti ini berjalan secara rutin dan berjenjang,”
Dia berharap format yang konsisten akan memunculkan lebih banyak pemain Papua yang kelak memperkuat klub nasional dan Timnas Indonesia.
Kondisi pemain Papua di tingkat nasional
Rully menyampaikan kekhawatiran karena jumlah pemain asli Papua dalam skuad Timnas Indonesia kini berkurang dibandingkan masa lalu. Ia mengenang pengalamannya bermain untuk Persipura dan Timnas sebagai tolok ukur potensi daerah.
“Saya sebagai pemain asli Papua, pernah bermain di Persipura dan Timnas, tentu sedih melihat kenyataan tersebut,”
Dia berharap Piala Soeratin menjadi jalan untuk mengembalikan tradisi Papua sebagai pemasok talenta nasional.
Rincian turnamen dan partisipasi
Piala Soeratin Papua 2026 resmi dibuka pada Kamis, 27 Agustus, dan dijadwalkan berakhir 8 September. Sebanyak 15 tim dari berbagai sekolah sepak bola (SSB) dan akademi berpartisipasi.
- U-13: 6 tim
- U-15: 7 tim
- U-17: 2 tim
Format lintas umur ini diperluas untuk memberi lebih banyak kesempatan bertanding bagi kelompok usia berbeda.
Dukungan penyelenggara dan program penguatan
Rully mengapresiasi upaya Arya Sinulingga yang memperluas penyelenggaraan dari sebelumnya hanya kelompok U-13. Ia menyinggung status Arya sebagai Plt Ketua Asprov dan peran aktifnya dalam membangkitkan sepak bola Papua.
“Apresiasi kepada Pak Arya, meski statusnya Plt Ketua Asprov, dia memikirkan bagaimana membangkitkan sepak bola Papua,”
Selain itu, ada rencana peningkatan kualitas pelatih, wasit, dan match commissioner melalui program sertifikasi dalam tiga bulan mendatang. Kemudahan afiliasi SSB lewat pembayaran bertahap selama satu tahun juga dinilai akan memperluas ekosistem pembinaan.
Sejarah dan prospek
Papua memiliki catatan bersejarah di Piala Soeratin. Persiss Sorong pernah menjadi juara nasional pada 1987 setelah menundukkan Persipas Pangkalpinang 1-0 di final. Kini, 39 tahun setelah prestasi itu, Rully berharap gelaran 2026 melahirkan generasi yang mampu mengulang kejayaan tersebut.
Jika semua elemen bekerja bersama—penyelenggara, pelatih, dan klub—Rully optimistis Papua akan kembali menjadi sumber talenta bagi level nasional.
Pecinta olahraga yang aktif melaporkan sepak bola, bulu tangkis, dan berbagai kompetisi internasional.
Berita Terkait
Perbasi Pastikan Marques Bolden Absen di Asian Games 2026
Perbasi memastikan Marques Bolden absen di Asian Games 2026 karena klub tak melepaskan pemain, meski Perbasi...
Gus Nabil: Pencak Silat Harus Jadi Kekuatan Pemersatu Bangsa
Gus Nabil ajak semua perguruan bersatu, dorong pembinaan atlet, pendidikan karakter, dan target Olimpiade us...
Ben Simmons Gabung Kings, Pertahanan Sacramento Kian Kokoh
Ben Simmons resmi gabung Sacramento Kings untuk musim 2026-2027 dengan kontrak satu tahun senilai $3,5 juta,...
UEFA Hukum Guendouzi: Larangan Dua Laga karena Provokasi
UEFA menjatuhkan larangan dua laga kepada Matteo Guendouzi karena provokasi dalam laga panas Fenerbahce vs L...
Tim Promosi Diuji Ketat di Pekan Pembuka Super League 2026
Pekan pembuka Super League 2026/2027 menguji tim promosi; Arema dan Bali United menang, sementara PSS dan Is...
Drama Tiga Set, Bintang/Sofyan Tersingkir di AVC Beach Continental 2026
Bintang Akbar/Sofyan Rachman tersingkir lewat laga tiga set dari Thomas Hodges/Ben Hood di perempat final AV...