DPRD Minta Tambahan Rp149,62 Miliar Dialokasikan ke Layanan Dasar
Malang — DPRD Kota Malang meminta agar proyeksi kenaikan belanja daerah sebesar 6,03% atau Rp149,62 miliar dalam Perubahan APBD (PAK) 2026 benar-benar dialokasikan untuk kepentingan masyarakat. Ketua DPRD Amithya Ratnanggani Sirraduhita menegaskan tambahan anggaran itu harus diprioritaskan untuk sektor kesehatan, pendidikan, dan mitigasi bencana sejak perencanaan sampai realisasi.
Prioritas pada tiga sektor vital
Mia —sapaan Amithya— menilai PAK APBD 2026 menjadi momentum memulihkan pos-pos vital yang terpangkas setelah pemerintah pusat mengurangi dana transfer sebesar Rp350 miliar. Oleh karena itu, DPRD akan memastikan alokasi baru menjawab kebutuhan riil warga.
- Jaminan kesehatan: DPRD meminta alokasi Universal Health Coverage (UHC) cukup untuk melayani masyarakat selama 12 bulan penuh. Menurut Mia, program kesehatan sempat terpangkas durasi pada APBD murni karena keterbatasan anggaran.
- Pemerataan pendidikan: Pemerintah harus memastikan program pendukung pendidikan, termasuk pembagian seragam gratis, mencapai anak dari keluarga prasejahtera dan tidak berhenti pada target administratif semata.
- Mitigasi dan pencegahan bencana: Anggaran harus diarahkan pada langkah antisipasi sejak dini, mengingat perubahan musim yang meningkatkan risiko bencana lingkungan.
"Dengan adanya tambahan anggaran belanja di PAK, tujuannya harus dikembalikan untuk kepentingan rakyat melalui skala prioritas yang ketat,"
Pengawasan ketat hingga realisasi
DPRD menegaskan pengawasan tidak hanya pada tahap pembahasan dan persetujuan PAK. Pengawasan akan berlanjut pada proses realisasi program di tiap Perangkat Daerah (PD). Laporan realisasi anggaran triwulan kedua dan ketiga menjadi salah satu alat evaluasi.
"Realisasi anggaran triwulan kedua dan ketiga ini jadi bahan evaluasi kami. Kita akan cek program mana yang sudah jalan, progresnya seperti apa, hingga sejauh mana dampaknya dirasakan oleh warga,"
Wakil rakyat akan membandingkan alokasi anggaran dengan pelaksanaan di lapangan. Program yang belum berjalan optimal akan dievaluasi agar tidak terjadi pemborosan atau penggunaan dana yang keluar dari prioritas.
Dampak kebijakan fiskal dan prospek ke depan
Mia menekankan kenaikan belanja daerah harus dimanfaatkan untuk memperkuat kembali pelayanan dasar setelah tekanan fiskal akibat berkurangnya dana transfer pusat. Selain itu, mitigasi bencana perlu direncanakan sebelumnya, bukan dilakukan pasca-bencana.
"Ini perlu diperhatikan karena pada APBD murni, proteksi kesehatan ini sempat terkendala durasi akibat keterbatasan dana,"
Dengan pengawasan yang lebih ketat, DPRD Kota Malang berharap setiap rupiah dalam PAK APBD 2026 tidak sekadar terserap, tetapi benar-benar memberikan manfaat dan menjawab kebutuhan masyarakat.
Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.
Berita Terkait
DPRD Minta Data Cagar Budaya Jember Segera Diputakhiran
DPRD Jember mendesak pemutakhiran data cagar budaya dan ODCB setelah indikasi kerusakan di Gumuk Lumpang; Ra...
Ketua TP PKK Dukung UMKM Perempuan di Madura Night Vaganza
Ketua TP PKK Sumenep tinjau Madura Night Vaganza 31 Agustus 2026, dorong UMKM perempuan naik kelas dan manfa...
Lomba Puisi dan Pidato HUT RI di Lumajang Gaet Pelajar dan Umum
GSNI Lumajang menggelar lomba puisi dan pidato HUT RI Ke-81 pada 31 Desember 2026, melibatkan pelajar, mahas...
DPRD Surabaya Minta Otonomi Data Kemiskinan agar Bansos Tepat
DPRD Surabaya mendorong otonomi data kemiskinan agar distribusi bansos dan layanan kesehatan tepat sasaran s...
Trenggalek ke-832 Angkat Tema ‘Hambeging Bumi’, Ajak Jaga Alam
Hari Jadi ke-832 Trenggalek (31/8/2026) mengusung tema Hambeging Bumi, mendorong pelestarian pohon dan sumbe...
Pemkab Ngawi Revisi APBD 2026: Jalan, Damkar, dan Revitalisasi Sekolah
Pemkab Ngawi merevisi APBD 2026 dengan alokasi sekitar Rp150 miliar untuk jalan poros desa, tambahan mobil d...