Pemkab Ngawi Revisi APBD 2026: Jalan, Damkar, dan Revitalisasi Sekolah
NGAWI — DPRD Kabupaten Ngawi menggelar rapat paripurna pada Senin (31/8/2026) untuk membahas perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026. Perubahan ini ditujukan untuk merealisasikan program prioritas daerah, antara lain pembangunan jalan poros desa, penambahan unit mobil pemadam kebakaran, serta revitalisasi puluhan sekolah.
Rencana anggaran dan program prioritas
Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono menjelaskan perubahan APBD disusun untuk menyesuaikan kebutuhan program strategis pemerintah daerah. Salah satu fokus utama adalah pembangunan sarana dan prasarana jalan poros desa agar konektivitas antardesa meningkat.
Paripurna ini ada beberapa hal yang kita sesuaikan terkait beberapa program strategis pemerintah daerah. Beberapa hal seperti pembangunan sarana prasarana jalan poros desa juga bisa masuk di tahun ini
Pemerintah daerah juga memprioritaskan pengadaan tambahan mobil pemadam kebakaran setelah menerima masukan dari DPRD.
Fasilitasi tadi ada masukan dari teman-teman DPRD terkait pemenuhan mobil pemadam kebakaran dan kita bisa fasilitasi tahun ini
Revitalisasi sekolah
Perubahan APBD diselaraskan dengan program Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah terkait revitalisasi serta perbaikan fasilitas sekolah. Bupati Ony menyebut sekitar 50 sekolah masuk dalam rencana perbaikan.
- 10 SMP
- 40 SD
Ada 10 SMP dan kalau tidak salah ada 40 SD. Itu juga bisa kita jalankan di tahun ini
Sumber dan alokasi anggaran
Dari sisi fiskal, Pemkab Ngawi mencatat ruang fiskal sekitar Rp150 miliar untuk pembiayaan perubahan APBD 2026. Dana ini berasal dari pengembalian Dana Bagi Hasil (DBH) dan optimalisasi Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) tahun sebelumnya.
Ruang fiskal tersebut dipetakan untuk membiayai kebutuhan yang selaras dengan visi-misi kepala daerah.
Penyesuaian teknis proyek
Untuk menjaga kemampuan anggaran, perangkat daerah diminta menyesuaikan desain teknis proyek. Salah satu opsi adalah mengubah konstruksi jalan dari beton ke aspal jika pelaksanaan pada 2026 lebih memungkinkan.
Kalau kemudian ini di tahun ini harus jalan, kita ubah. Kita sesuaikan DED-nya, jadi aspal misalkan seperti itu
Ruas yang tetap membutuhkan beton dan anggarannya belum mencukupi akan dialihkan pelaksanaannya ke 2027.
Kalau kemudian ada ruas jalan yang memang harus cor, kita akhirnya cancel masuk ke 2027
Dampak dan langkah selanjutnya
Penyesuaian ini merupakan langkah mitigasi agar program prioritas tetap berjalan tanpa membebani keuangan daerah. Selanjutnya, tim teknis akan memfinalisasi detail kegiatan dan penyesuaian desain agar pekerjaan bisa dimulai sesuai kemampuan anggaran.
Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.
Berita Terkait
200 Warga Kerja Bakti Bersihkan Pasar dan Makam di Sumenep
Sebanyak 200 orang bergotong royong membersihkan pasar dan lima makam di Desa Paberasan, Sumenep, dalam Kerj...
PDI Perjuangan Rampungkan Musran Boyolangu, Siap Jadi Kandang Banteng
Musran dan Musranran PDI Perjuangan Boyolangu selesai 30 Agustus; partai catat kenaikan suara lebih dari 1.3...
PDI Perjuangan Serahkan PIP untuk 140 Pelajar di Bubutan
PDI Perjuangan menyalurkan PIP aspirasi Puti Guntur ke 140 pelajar Bubutan pada 30 Agustus 2026; bantuan dim...
Posko Baguna PDI Jatim Layani Warga Selama Muktamar NU
Posko Baguna PDI Jatim buka 24 jam selama Muktamar NU, sediakan pengobatan gratis, makanan, dan tempat istir...
Banyuwangi Shrimp Fiesta 2026: Dorong Budidaya Udang Berkelanjutan
Banyuwangi menggelar Shrimp Fiesta 30 Agustus 2026 untuk promosikan udang lokal dan mendorong budidaya udang...
Anggota DPRD Ponorogo Soroti Data Desil: Dampak pada Akses Bantuan
Agung Priyanto mengkritik ketidakakuratan data desil di Ponorogo yang memengaruhi akses bantuan; 903 warga m...