PATRIN Klarifikasi Isu Atlet Tunarungu dan Tegaskan Legitimasi
Perkumpulan Atlet Tunarungu Indonesia (PATRIN) mengeluarkan klarifikasi, Kamis 28 Agustus 2026, menanggapi kabar bahwa ada atlet tunarungu yang diminta menggalang dana sendiri untuk berlaga di kejuaraan internasional. Ketua Umum PATRIN Pusat Dimyati Hakim dan Wakil Sekretaris Jenderal DPP PATRIN Agung Baghaskoro menyatakan informasi itu tidak benar dan menegaskan PATRIN adalah organisasi resmi yang diakui di tingkat internasional.
PATRIN sebagai organisasi resmi internasional
PATRIN dikenal di kancah internasional dengan nama IADA atau Indonesian Association of the Deaf Athlete. Menurut pernyataan resmi, IADA adalah satu-satunya organisasi di Indonesia yang diakui oleh International Committee of Sports for the Deaf (ICSD). Pengakuan ini memberi PATRIN legitimasi untuk membina, menaungi, dan mengirim atlet tunarungu ke ajang resmi internasional.
"Kami tegaskan, PATRIN atau IADA di internasional adalah organisasi resmi dan satu-satunya yang diakui oleh ICSD. Di bawah kepemimpinan Ketua Umum Bapak Dimyati Hakim, kami memiliki legitimasi untuk menaungi, membina, dan mengirimkan atlet tunarungu Indonesia ke ajang resmi internasional," kata Agung.
Koordinasi dengan NPC Indonesia dan Kemenpora
PATRIN menegaskan selama ini pengiriman atlet dilakukan melalui mekanisme resmi dan koordinasi berjenjang. Agung menyatakan hubungan dengan National Paralympic Committee of Indonesia (NPCI) dan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) berjalan baik. Setiap kontingen resmi yang mengatasnamakan Indonesia diklaim melalui persetujuan dan koordinasi antar lembaga terkait.
Bantahan atas isu penggalangan dana
Pihak PATRIN menyatakan tidak pernah menerima koordinasi atau memberikan persetujuan untuk penggalangan dana publik terkait pengiriman atlet tunarungu ke kompetisi internasional. Mereka bahkan mengaku tidak mengetahui adanya pengiriman atlet tanpa koordinasi resmi tersebut.
"Berkaitan dengan isu pengiriman atlet tunarungu yang harus menggalang dana, kami sebagai organisasi resmi dan satu-satunya yang diakui ICSD ... tidak mengetahui sama sekali," ujar Agung.
Tindak lanjut dan perlindungan nama baik atlet
PATRIN menyesalkan adanya pengiriman atlet yang mengatasnamakan Indonesia tanpa koordinasi resmi. Organisasi itu akan menghubungi pihak terkait untuk menelusuri kasus ini dan memastikan tidak merugikan atlet maupun mencoreng nama Indonesia di mata internasional.
"Kami akan segera mencoba berkomunikasi dan menelusuri mengapa atlet-atlet tersebut bisa dikirim tanpa koordinasi secara resmi kepada kami ... Ini harus diluruskan agar tidak merugikan atlet dan mencoreng nama baik Indonesia di mata internasional," kata Agung.
Selain itu, PATRIN menyampaikan apresiasi kepada Kemenpora atas dukungan yang diberikan kepada organisasi dan para atlet. Langkah komunikasi dan klarifikasi akan dilanjutkan agar proses pengiriman atlet berjalan transparan, terkoordinasi, dan profesional, dengan prioritas pada kepentingan serta masa depan atlet.
Pecinta olahraga yang aktif melaporkan sepak bola, bulu tangkis, dan berbagai kompetisi internasional.
Berita Terkait
Herdman Ungkap Taktik Bawa Indonesia Juara ASEAN Cup
Herdman menerangkan taktik mendorong bek tengah naik di ekstra waktu yang membuka gol Elkan Baggott dan meng...
Anthony Hudson Bangga Meski Thailand Gagal Juara FIFA ASEAN Cup
Anthony Hudson tetap bangga pada pemain Thailand meski kalah adu penalti 2-4 dari Indonesia di final FIFA AS...
Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Kokoh di Asia Tenggara
Indonesia juara FIFA ASEAN Cup 2026 usai kalahkan Thailand 4-2, memperkuat dominasi sepak bola negara di Asi...
De la Fuente Puji Lamine Yamal usai Spanyol Tekuk Ceko 3-1
Luis de la Fuente memuji Lamine Yamal setelah Spanyol menaklukkan Republik Ceko 3-1 di Oviedo; Yamal cetak g...
Lamine Yamal Cetak 11 Gol, Perpanjang Rekor di Usia 19
Lamine Yamal menambah koleksi jadi 11 gol untuk Spanyol, mencetak gol di tiga laga awal Nations League dan m...
Dramatis: Pangsuma FC Bangkit dan Taklukkan Proton FC 4-3
Pangsuma FC Kalbar menang dramatis 4-3 atas Proton FC Kuningan di pekan ke-13 Pro Futsal League, 3 Oktober 2...