Posko Baguna PDI Jatim Layani Warga Selama Muktamar NU
JOMBANG — Posko Baguna PDI Perjuangan Jawa Timur menyediakan layanan kesehatan, makanan, dan tempat istirahat bagi ribuan orang selama Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, 27–31 Agustus 2026. Kehadiran posko ditujukan membantu peserta, pedagang, pengunjung, dan warga yang membutuhkan pelayanan darurat sederhana di lokasi acara.
Kisah warga yang terbantu
Salah satu yang memanfaatkan layanan adalah Jedar, pedagang UMKM asal Sidoarjo. Sehari jelang penutupan Muktamar, Minggu (30/8/2026), ia datang ke posko karena sakit di kaki dan ingin segera pulih agar bisa kembali berjualan.
Alhamdulillah, kaki saya sudah membaik. Sempat sakit. Saya sangat senang ada posko PDI Perjuangan ini.
Robert Alexander, tukang potong rambut dari Prambon, Nganjuk, juga memanfaatkan layanan setelah tubuhnya terasa linu. Ia mengaku mendapat pengobatan gratis yang membantu memulihkan kondisi sehingga bisa kembali bekerja.
Alhamdulillah ada pengobatan gratis di sini. Jadi saya yang linu dapat sehat. Semangat kerja, cari rezeki.
Layanan yang disediakan
Posko Baguna membuka dapur umum dan pelayanan kesehatan ringan selama 24 jam, sejak 27 sampai 31 Agustus. Selain pengobatan, posko menyediakan makanan, minuman, serta tempat beristirahat gratis bagi pengunjung dan peserta Muktamar.
Fasilitas di posko dirancang untuk memenuhi kebutuhan dasar di tengah kepadatan kegiatan, mulai dari istirahat sejenak hingga penyelesaian keluhan kesehatan ringan.
Pernyataan penyelenggara
Wakil Ketua Bidang Keagamaan dan Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, KH Abdul Wahab Yahya, menyatakan posko didirikan sebagai bentuk kepedulian praktis kepada masyarakat yang datang dari berbagai daerah.
Orang yang datang dari jauh tentu membutuhkan tempat untuk berhenti sejenak. Kita siapkan ruang untuk beristirahat, makanan, minuman, sekaligus layanan kesehatan.
Sederhana, tetapi mudah-mudahan bisa memberikan manfaat bagi mereka yang datang ke Jombang.
Gus Wahab menekankan bahwa bentuk kepedulian sederhana seperti ini adalah wujud nyata dari nilai agama dan gotong royong.
Agama mengajarkan kita untuk memuliakan tamu dan membantu orang lain. Karena itu, ketika saudara-saudara kita datang ke Jombang untuk bermuktamar, sudah semestinya kita ikut memastikan mereka dapat mengikuti kegiatan dengan nyaman.
Respon komunitas
Apresiasi datang dari berbagai pihak, termasuk pengurus MWC NU Sedati, Sidoarjo. Menurut Solahudin, kehadiran posko menunjukkan hubungan baik antara PDI Perjuangan dan NU serta menjadi contoh gotong royong dalam mendukung kelancaran Muktamar.
PDI Perjuangan dan NU dari dulu sudah saudara dekat. Harapannya semoga kita dapat saling bergotong royong dalam mendukung kebaikan.
Di tengah hiruk-pikuk Muktamar, posko seperti ini memperlihatkan bahwa bantuan sederhana—secangkir kopi, sepiring makanan, tempat duduk, atau pengobatan ringan—bisa sangat berarti bagi mereka yang sedang lelah atau sakit. Kehadiran posko Baguna menjadi salah satu bentuk nyata dukungan masyarakat lokal untuk kelancaran kegiatan nasional tersebut.
Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.
Berita Terkait
Bupati Blitar Dorong Santri Asah Kemampuan Pidato di Hari Santri 2026
Bupati Blitar mendorong santri asah kemampuan pidato dan kepercayaan diri saat penyerahan piala Lomba Pidato...
Banteng Futsal League: 21 Tim Berebut Juara di Ngawi
Turnamen Banteng Futsal League di Ngawi digelar 25 Okt 2026, 21 tim bertanding dengan komposisi pelajar dan...
DPRD Minta Pemkot Tegas Atasi Kabel Semrawut di Surabaya
DPRD Surabaya mendesak Pemkot awasi provider dan tindak tegas pemasangan kabel ilegal, sambil cek perizinan...
PDI-P Desak Pemprov Jatim Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Karhutla
PDI-P mendesak Pemprov Jatim memperkuat kesiapsiagaan karhutla setelah BMKG mencatat 634 titik panas dan keb...
KPU Tuban Percepat Pemutakhiran Data Parpol Jelang Pemilu 2029
KPU Tuban audiensi dengan parpol Oktober 2026 untuk pemutakhiran data Sipol dan strategi menyasar pemilih mu...
Ekonomi Hijau Malang: Bank Sampah, Urban Farming, dan Inovasi
Amithya dorong ekonomi hijau di Malang lewat bank sampah, urban farming, dan inovasi digital untuk lindungi...