Politik

Posko Baguna PDIP Jatim Bagikan Ratusan Paket di Muktamar NU

Bagikan:
Relawan Posko Baguna PDIP Jatim membagikan paket makanan di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas

JOMBANG — Posko Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) PDIP Jawa Timur membagikan ratusan kotak makanan dan minuman kepada peserta Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama serta warga sekitar, Sabtu (29/8/2026). Aksi digelar di dekat arena muktamar di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, sebagai bentuk pelayanan sekaligus upaya mempererat hubungan antar-pihak.

Aksi Baguna di arena Muktamar

Relawan Posko Baguna mendistribusikan ratusan paket setiap sore. Pembagian menyasar muktamirin, penggembira, pengendara, dan warga yang melintas di sekitar pondok pesantren. Selain paket makanan, tim juga menyiagakan pelayanan kesehatan dasar.

Kegiatan berlangsung selama beberapa hari sebagai bagian program kemanusiaan dan gotong royong yang digagas Baguna PDIP Jawa Timur. Hadirnya posko dimaknai sebagai bentuk dukungan praktis dari partai kepada masyarakat yang hadir di muktamar.

Pesan kebudayaan dan kemanusiaan

Wakil Ketua Bidang Kebudayaan dan Pendidikan DPD PDI Perjuangan Jatim, Didik Nurhadi, menegaskan bahwa nasionalisme dan religiusitas menjadi kekuatan penting bangsa. Menurutnya, nilai-nilai itu harus terus dipelihara untuk menjaga persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

"NU memiliki sejarah panjang dalam menjaga bangsa ini. Nilai-nilai keislaman yang moderat, semangat persaudaraan, gotong royong, serta komitmen terhadap NKRI adalah nilai yang harus terus kita rawat bersama. Kehadiran kami di sini adalah bagian dari kecintaan dan penghormatan PDI Perjuangan kepada keluarga besar Nahdlatul Ulama,"

Didik menambahkan bahwa kehadiran Baguna juga bertujuan membangun kedekatan dengan masyarakat melalui pelayanan langsung di lapangan.

Politik berangkat dari kemanusiaan

Didik menegaskan politik PDIP tidak lepas dari nilai kemanusiaan dan kebudayaan. "PDI Perjuangan akan selalu hadir di tengah masyarakat, menyapa, melayani, serta membangun persaudaraan," ujarnya.

Tim Baguna membawa misi kemanusiaan, bukan sekadar aktivitas politik, sehingga layanan kesehatan dan pembagian paket dipandang sebagai perwujudan semangat gotong royong.

Relevansi di Jombang dan makna ke depan

Jombang dikenal sebagai pusat tradisi pesantren dan kelahiran banyak ulama. Oleh karena itu, menurut Didik, kegiatan semacam ini relevan untuk merawat kehidupan beragama sekaligus menjaga nilai kebangsaan.

"Ketika nilai-nilai tersebut kita rawat bersama, perbedaan tidak menjadi alasan untuk terpecah. Justru menjadi kekuatan untuk menjaga persatuan dan membangun Indonesia,"

Penempatan posko di lokasi muktamar juga membuka ruang dialog dan interaksi langsung antara partai, ormas keagamaan, dan warga. Ke depan, aksi serupa dipandang penting untuk terus memupuk solidaritas sosial di tingkat lokal.

Catatan: Posko Baguna selain membagikan paket juga menyiapkan fasilitasi kesehatan sebagai bagian dari layanan kemanusiaan kepada masyarakat selama kegiatan muktamar berlangsung.

Bima Prakoso
Penulis
Bima Prakoso

Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.

Berita Terkait