Posko Baguna Jatim Bagi Ratusan Kotak Makanan di Muktamar NU
JOMBANG — Relawan Posko Baguna PDI Perjuangan Jawa Timur membagikan ratusan kotak makanan, minuman, dan telur rebus setiap sore kepada muktamirin, penggembira, pengendara, dan warga yang melintas di sekitar Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang. Aksi itu berlangsung sepanjang pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama, termasuk pada Sabtu (28/8/2026).
Pembagian makanan berlangsung terbuka dan merata
Pembagian dilakukan di depan posko tanpa seleksi. Satu per satu kotak makanan dibagikan kepada siapa saja yang lewat, baik peserta muktamar maupun pengunjung lokal.
Seorang penggembira sempat berseloroh saat mengambil santapan, memperlihatkan suasana santai di lokasi pembagian. Relawan juga aktif menawarkan telur rebus sebagai tambahan makanan ringan.
"Setiap sore, kami membagikan kotak makanan dan minuman ini kepada siapa saja yang melintas di depan posko. Kami juga membagikan telur rebus,"
Fasilitas dan layanan posko
Posko Baguna menyediakan layanan sederhana namun lengkap untuk kebutuhan dasar pengunjung muktamar. Tujuannya membantu mereka beristirahat dan memenuhi kebutuhan ringan selama aktivitas berlangsung.
- Kotak makanan dan minuman ringan
- Telur rebus, kopi, dan teh
- Tempat beristirahat sementara
- Layanan kesehatan ringan dan obat-obatan dasar
- Pengecekan dan penanganan kendaraan sederhana di beberapa titik
Pelajaran dari posko mudik
Menurut Wakil Ketua Bidang Penanggulangan Bencana, Kesehatan, Perempuan dan Anak DPD PDI Perjuangan Jatim, pola layanan ini bukan baru. Sebelumnya, seluruh 38 DPC PDI Perjuangan kabupaten/kota di Jawa Timur membuka posko gotong royong saat arus mudik Lebaran 2026.
Pengalaman tersebut menjadi dasar bahwa pelayanan kepada masyarakat bisa diwujudkan lewat hal-hal kecil namun tepat guna.
"Prinsipnya sederhana. Ketika ada masyarakat yang membutuhkan tempat beristirahat, kita siapkan tempat. Ketika membutuhkan pertolongan kesehatan, kita bantu sesuai kemampuan,"
Makna dan harapan
Bagi penyelenggara, pembagian makanan dan keberadaan posko bertujuan memperkuat semangat gotong royong saat ribuan orang berkumpul. Posko diharapkan menjadi ruang pelayanan sekaligus tempat singgah bagi mereka yang lelah atau membutuhkan bantuan ringan.
Kegiatan ini menggambarkan upaya praktis untuk merespons kebutuhan langsung masyarakat selama hajatan besar, dengan fokus pada kenyamanan dan keselamatan peserta Muktamar.
Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.
Berita Terkait
Rantang Kasih Banyuwangi: Makanan Gratis untuk Lansia Hidup Sendiri
Pemkab Banyuwangi melanjutkan Rantang Kasih untuk memberi makanan bergizi bagi lansia dhuafa yang hidup send...
PDI Perjuangan Tekankan Kemandirian Fiskal APBD Kota Batu 2027
Fraksi PDI Perjuangan minta penguatan PAD, belanja modal tepat, dan kejelasan SiLPA saat menyetujui Raperda...
Surabaya Prioritaskan Pendidikan, Kesehatan, dan Banjir dalam Anggaran 2027
Pemkot Surabaya fokuskan anggaran 2027 pada pendidikan, puskesmas, dan penanganan banjir untuk memastikan la...
Bupati Blitar Ajak Santri Kuasai Agama dan Teknologi pada HSN 2026
Bupati Blitar mengajak santri menguasai agama dan teknologi agar aktif berperan dalam pembangunan daerah men...
Ony Setiawan Dorong UMKM Tuban Naik Kelas di Pelang dan Sumilir
Ony Setiawan mendorong UMKM Tuban di Pelang dan Pantai Sumilir naik kelas lewat edukasi, sosialisasi, dan pe...
Mahasiswa Bondowoso Kritik Efisiensi Anggaran, DPRD Soroti Potensi Kopi
Mahasiswa Bondowoso kritik efisiensi anggaran pusat; DPRD mendorong pemda optimalkan PAD lewat sektor kopi.