Anggota DPRD Ponorogo Soroti Data Desil: Dampak pada Akses Bantuan
Ponorogo, 29 Agustus 2026 — Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Ponorogo, Agung Priyanto, mengkritik ketidakakuratan data desil yang dinilai tak sesuai kondisi masyarakat. Kritik dilontarkan saat reses di kediamannya di Kelurahan Kertosari, Kecamatan Babadan.
Temuan di lapangan dan angka perubahan desil
Agung menyebut masalah desil kerap menimbulkan keluhan warga. Pada Agustus 2026 tercatat 903 warga mengajukan perubahan data desil di Kabupaten Ponorogo. Ia menilai angka ini perlu mendapat perhatian serius karena berkaitan langsung dengan akses program bantuan pemerintah.
Dampak pada akses program bantuan
Politikus PDI Perjuangan itu mencontohkan kasus mahasiswa yang Kartu Indonesia Pintar (KIP)-nya terhenti akibat persoalan desil. Ia juga mempertanyakan perbedaan mekanisme pendataan antar program yang menyebabkan ketidakkonsistenan.
Yang desilnya 9 dan 10, problem ini problem yang sangat luar biasa. Kenapa MBG tidak berdesil, sedangkan KIP dan KIS berdesil?
Agung menegaskan pentingnya verifikasi data agar bantuan sosial tepat sasaran. Ia menyatakan ada bukti nyata terkait ketidaksesuaian data di lapangan.
Saya mengkritisi desil karena tahu sendiri seorang jukir desilnya 9. Saya ngomong ini pasti ada buktinya.
Seruan ke pengurus partai dan langkah pendampingan
Agung meminta pengurus PAC dan Ranting PDI Perjuangan untuk aktif menindaklanjuti keluhan warga. Ia menekankan kerja politik harus berkelanjutan dan tidak hanya muncul saat menjelang pemilu.
PAC, Ranting jangan tutup mata, jangan tutup telinga. Saya tidak bisa bekerja sendiri. Mari kita terus bahu-membahu mendengarkan keluh kesah rakyat.
Ia mengimbau warga yang mengalami kenaikan atau perubahan desil untuk segera mengecek dan mengajukan pembaruan data melalui operator desa/kelurahan. Menurutnya, pendampingan di tingkat kecamatan hingga desa perlu dilakukan secara konsisten.
Bagaimana kita jemput rakyat kita yang desilnya naik, segera datang ke operator desa atau kelurahan. Kalau kita tidak lakukan kerja-kerja politik mulai hari ini ke bawah dengan pendampingan, jangan berharap kita menang.
Isu lain dan penegasan nilai politik
Selain data desil, Agung juga mengingatkan soal dampak aktivitas judi online terhadap akses bantuan. Ia menyebut jejak digital bisa dilacak lewat akun dan data NIK, sehingga masyarakat sebaiknya waspada.
Agung menekankan politik harus turun langsung menyelesaikan masalah kesejahteraan. Ia mengajak kader memegang prinsip Marhaenisme sebagai pembela wong cilik dan rutin mendengarkan keluhan warga.
Partai ini menang bukan hanya kerja hari ini, tapi kolektif tiap hari mendengarkan keluhan rakyat. Rumah saya juga selalu terbuka untuk masyarakat.
Ia menutup dengan mengingatkan prioritas kebutuhan rakyat: pangan, kesehatan, dan pendidikan. "Orang itu kuncinya wareg, waras, wasis. Wasis itu pinter," tegasnya.
Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.
Berita Terkait
Turnamen Futsal Pamekasan 2026: 13 PAC Berebut Piala MH Said Abdullah
DPC PDI Perjuangan Pamekasan gelar Turnamen Futsal Cup 2026 di Tlanakan; 13 PAC bersaing, memperebutkan Pial...
Novita: Event MICE di Ngawi Harus Jadi Pasar bagi UMKM
Novita Hardini mendorong event MICE di Ngawi menjadi pasar bagi UMKM lokal agar manfaat ekonomi dirasakan ma...
116 Unit Alat Bantu Disabilitas Disalurkan di Pamekasan
Hj. Ansari menyalurkan 116 unit alat bantu fisik melalui Program ATENSI Kemensos di Pamekasan pada 29 Agustu...
PDI Perjuangan Tulungagung Kukuhkan Pengurus Ranting Pucanglaban
DPC PDI Perjuangan Tulungagung mengukuhkan pengurus Ranting dan Anak Ranting Pucanglaban pada 29 Agustus 202...
Surabaya Raih Penghargaan Pengelolaan Sampah, Dorong Pemilahan Rumah
Surabaya meraih tiga penghargaan nasional, termasuk pengelolaan sampah, dan mendorong pemilahan sampah dari...
PDI-P Tuban Distribusikan 15.000 Liter Air untuk Warga Senori
PDI-P Tuban menurunkan Baguna dan menyalurkan 15.000 liter air bersih ke Desa Kaligede, Senori, pada 29 Agus...