Nasional

Kemenperin Perkuat Mutu Industri Pupuk, Dukung Ketahanan Pangan

Bagikan:
Ilustrasi pabrik pupuk dan pengujian laboratorium untuk memastikan mutu produk

Kementerian Perindustrian memperkuat penerapan standardisasi dan jaminan mutu industri pupuk untuk meningkatkan daya saing dan mendukung ketahanan pangan. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan langkah ini pada keterangan di Jakarta, Sabtu, 15 Agustus 2026, sebagai strategi meningkatkan kepercayaan pasar dan daya saing produk nasional.

Penerapan standar sebagai fondasi industri tangguh

Agus menyatakan penerapan standar dan jaminan mutu bukan sekadar memenuhi regulasi, melainkan fondasi membangun industri yang tangguh. Upaya ini diarahkan untuk memperkuat posisi produk pupuk di pasar domestik dan global.

“Penerapan standardisasi dan jaminan mutu produk bukan sekadar memenuhi regulasi, tetapi menjadi strategi penting meningkatkan kepercayaan pasar. Langkah tersebut sekaligus memperkuat daya saing industri nasional, baik di pasar domestik maupun global,” ujar Agus.

Audiensi BSPJI Pontianak dengan pelaku industri

Sebagai tindak lanjut kebijakan, Balai Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri (BSPJI) Pontianak menggelar audiensi dengan PT Garuda Mas Borneo. Pertemuan ini fokus mempercepat sertifikasi produk pupuk dan memperkuat layanan jasa industri di wilayah Kalimantan Barat.

Pembahasan meliputi peluang kerja sama penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI), mekanisme sertifikasi, layanan pengujian laboratorium, serta pengembangan kompetensi sumber daya manusia melalui pelatihan teknis.

Peran layanan jasa industri dan pengembangan SDM

Kepala BSKJI Emmy Suryandari menjelaskan bahwa unit pelaksana teknis menjadi instrumen penting meningkatkan produktivitas dan daya saing nasional. Layanan yang disediakan meliputi standardisasi, pengujian, sertifikasi, inspeksi teknis, serta pelatihan kompetensi SDM.

“Unit Pelaksana Teknis BSKJI terus meningkatkan kualitas layanan melalui inovasi jasa industri, standardisasi, pengujian, sertifikasi, inspeksi, kompetensi SDM. Langkah ini diharapkan mampu memberikan manfaat nyata bagi pelaku industri sekaligus mendukung pertumbuhan industri nasional yang semakin kompetitif,” ujar Emmy.

Sinergi dunia usaha dan pemeriksaan mutu

Kepala BSPJI Pontianak Ahmad Nashoruddin Muammar menyatakan sinergi antara pemerintah dan dunia usaha menjadi komitmen untuk mendampingi pelaku industri. Pendampingan ditujukan agar industri mampu memenuhi persyaratan standar dan sertifikasi secara efektif.

“Kolaborasi ini menjadi langkah awal yang positif dalam membangun ekosistem industri yang semakin kuat di Kalimantan Barat. Kami siap mendukung pelaku industri melalui pengujian, sertifikasi, konsultansi teknis, dan peningkatan kompetensi SDM agar produk semakin berkualitas,” ujar Ammar.

Dampak bagi ketahanan pangan

Penerapan standar dan sertifikasi pada industri pupuk dinilai krusial karena sektor ini berkontribusi langsung pada pertanian dan ketahanan pangan nasional. Dengan mutu pupuk yang terjamin, diharapkan produktivitas pertanian meningkat dan pasokan pangan lebih stabil.

Melalui kolaborasi pemerintah dan pelaku usaha, BSPJI Pontianak mendorong pemanfaatan layanan standardisasi, pengujian, sertifikasi, dan pelatihan dari Kementerian Perindustrian. Upaya ini bertujuan memperkuat daya saing produk industri nasional serta membangun ekosistem industri yang berkelanjutan.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait