Ekonomi

Industri Kemasan Plastik Tertekan Pelemahan Rupiah dan Krisis Pasokan

Bagikan:
Ilustrasi gulungan bahan baku plastik di pabrik kemasan

Industri kemasan plastik Indonesia terdampak pelemahan rupiah dan krisis pasokan bahan baku, kata Hari Noegroho, Direktur Promosi dan Kemitraan Indonesian Packaging Federation (IPF). Pernyataan itu disampaikan pada pembukaan International Industrial Week di JIEXPO Kemayoran, Rabu, 3 Juni 2026. Menurutnya, kombinasi nilai tukar dan gangguan logistik meningkatkan biaya dan menunda pengiriman bahan baku impor.

Dampak pelemahan rupiah terhadap biaya produksi

Hari menjelaskan lebih dari separuh kebutuhan bahan baku plastik masih dipenuhi lewat impor. Transaksi impor dilakukan dalam dolar, sehingga pelemahan rupiah langsung menambah beban biaya. Kondisi ini menaikkan harga pokok produksi bagi pelaku industri hilir kemasan nasional.

Ketergantungan impor dan jenis bahan baku

Ketergantungan pada bahan baku impor menjadi titik tekan utama. Hari menyebut beberapa jenis bahan yang banyak didatangkan dari luar negeri.

  • PE (Polyethylene)
  • PP (Polypropylene)
  • PET (Polyethylene Terephthalate)

“Sekitar ada lebih dari 50% khususnya untuk produk-produk yang berbasis plastik, seperti PE, PP, kemudian PET misalnya. Dan kalau import kan kita menggunakan dolar, kalau exchange rate-nya saat ini rupiah melemah tentunya akan sangat berpengaruh terhadap biaya,”

Geopolitik dan penundaan pengiriman

Selain masalah kurs, Hari menyoroti dampak krisis geopolitik di Timur Tengah terhadap rantai pasok global. Rute pengiriman menjadi lebih panjang sehingga waktu tunggu melonjak signifikan. Hal ini memperparah ketersediaan barang di dalam negeri.

“Dengan adanya krisis geopolitik di Timur Tengah, Selat Hormuz ini jalur logistik dunia ini menjadi sangat panjang. Bisa 2-3 kali lipat lebih lama, biasanya 15-20 hari sekarang bahkan bisa 50-60 hari,”

Permintaan dukungan pemerintah

Pelaku industri meminta intervensi kebijakan untuk meringankan tekanan saat ini. Hari menekankan kebutuhan dukungan yang konkret, baik untuk stabilisasi pasokan maupun kebijakan fiskal atau moneter yang membantu mengurangi beban biaya impor. Tanpa langkah cepat, biaya produksi dan keterlambatan pasokan dapat mengganggu kinerja industri kemasan nasional.

Imbasnya, tekanan biaya dan kelangkaan bahan baku berpotensi meningkatkan harga produk jadi dan menurunkan daya saing ekspor. Para pelaku berharap ada solusi jangka pendek dan jangka panjang untuk memperkuat ketahanan rantai pasok domestik.

J
Penulis
John Doe

No bio yet 😊

Berita Terkait