Nasional

Jawa Barat Paling Butuh Guru: 464.856 Kebutuhan

Bagikan:

Jawa Barat tercatat sebagai provinsi dengan kebutuhan guru terbesar di Indonesia berdasarkan data Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Pernyataan ini disampaikan Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, Nunuk Suryani, saat berbicara pada Pro3 RRI, Rabu, 23 September 2026. Angka kebutuhan guru di Jawa Barat disebut mencapai 464.856, yang dipengaruhi oleh besarnya jumlah penduduk dan satuan pendidikan di provinsi tersebut.

Data penyebab dan provinsi lain dengan kebutuhan tinggi

Nunuk menjelaskan bahwa besarnya jumlah satuan pendidikan dan populasi menjadi faktor utama meningkatnya kebutuhan guru di Jawa Barat. Selain itu, pensiunnya guru dalam jumlah besar tiap tahun turut memperbesar kebutuhan tenaga pendidik.

"Jawa Barat itu adalah wilayah provinsi dengan kebutuhan guru paling besar di seluruh Indonesia. Itu angka terbesar kebutuhan guru dengan rincian 464.856 tadi itu ada di Jawa Barat,"

Selain Jawa Barat, Nunuk menyebut provinsi lain dengan kebutuhan tinggi antara lain Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera Utara, dan Banten. Pemerintah mencatat sekitar 50 ribu guru memasuki masa pensiun setiap tahun secara nasional, sehingga kebutuhan harus terus dipenuhi.

Bidang studi yang paling dibutuhkan

Kebutuhan guru tidak merata antar mata pelajaran. Nunuk merinci tiga bidang studi yang paling dibutuhkan di banyak daerah.

  • Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD)
  • Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK)
  • Bimbingan dan Konseling (BK)

"Kalau untuk mata pelajaran yang dibutuhkan itu tiga besarnya adalah pendidikan guru sekolah dasar, kemudian PJOK, kemudian BK. Itu adalah tiga besar mata pelajaran yang dibutuhkan,"

Selain itu, kebutuhan untuk guru Pendidikan Luar Biasa juga masih sangat tinggi di berbagai daerah. Nunuk menegaskan bidang ini termasuk yang paling kekurangan tenaga pendidik.

"Pendidikan luar biasa, itu kita sangat kekurangan guru. Jadi guru olahraga, guru BK, kemudian guru sekolah dasar, kemudian guru pendidikan luar biasa, itu sangat kekurangan,"

Langkah pemerintah dan pemda

Pemerintah menyiapkan lulusan Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk mengisi kebutuhan tersebut. Sekitar 40 ribu lulusan PPG calon guru dipersiapkan sebagai calon peserta seleksi pengisian tenaga pendidik.

Nunuk mengatakan kuota PPG disesuaikan dengan kebutuhan wilayah dan bidang studi, sehingga tidak dibuka secara sembarangan. Koordinasi antara Kemendikdasmen dan pemerintah daerah difokuskan pada pemenuhan, distribusi guru, serta pemadanan data antar sistem.

Pemadanan data Dapodik, RSDM, dan BKN diperlukan agar gambaran kebutuhan guru lebih akurat. Hasil pemadanan kemudian menjadi dasar penempatan dan distribusi tenaga pendidik sesuai kebutuhan sekolah di tiap daerah.

Implikasi ke depan

Kebutuhan besar di Jawa Barat dan beberapa provinsi lain menuntut strategi penempatan guru yang lebih baik dan penyesuaian kuota pendidikan profesi. Langkah pemerintah dan pemda dalam memadankan data serta menyesuaikan kuota PPG akan menentukan seberapa cepat kekosongan guru dapat diatasi.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait