Teknologi

Talenta Muda Tampilkan Solusi AI untuk Industri di Jakarta

Bagikan:

20 tim finalisAI Open Innovation Challenge 2026 mempresentasikan prototipe solusi berbasis kecerdasan buatan pada 23–25 September 2026 di Jakarta. Kompetisi ini digelar untuk menjawab persoalan nyata di sektor industri dan pemerintahan serta mempercepat pengembangan ekosistem AI di Indonesia.

Finalis, peserta, dan tantangan

Sejak pendaftaran dibuka pada April 2026, kompetisi tersebut diikuti 1.560 peserta. Dari jumlah itu terpilih 20 tim finalis, terdiri atas 11 tim kategori SMA/SMK dan sembilan tim kategori mahasiswa serta umum.

Para peserta menerima tantangan dari delapan mitra industri dan instansi pemerintah. Bidang masalah yang diangkat meliputi:

  • ritel
  • logistik
  • manufaktur
  • perdagangan elektronik
  • sertifikasi
  • kepabeanan
  • pengelolaan sampah
  • manajemen lalu lintas

Dua mitra dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, yaitu Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Perhubungan, memberikan masalah terkait pengelolaan sampah dan lalu lintas sebagai bahan pengembangan solusi.

Proses pendampingan dan pengembangan prototipe

Sebelum memasuki babak final, peserta mengikuti sesi pendampingan dan kunjungan lapangan ke mitra. Kegiatan ini dimaksudkan agar tim memahami kondisi nyata di lapangan dan merancang prototipe yang aplikatif.

Setelah pengembangan, setiap tim mempresentasikan solusi mereka di hadapan dewan juri untuk dinilai aspek teknis dan kesesuaian dengan kebutuhan pengguna.

Respon pejabat dan mitra

Suparjo, Analis Kebijakan Ahli Madya Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Ekonomi Digital Kemenko Perekonomian, menilai kolaborasi lintas sektor krusial untuk percepatan ekosistem AI.

“Indonesia harus bertransformasi menjadi produser inovasi atau pencipta solusi dan hub pengembangan AI,”

Feirully Irzal, Kepala Bidang Perekonomian Bappeda DKI Jakarta, mendorong agar inovasi tidak berhenti di prototipe. Pemprov akan memfasilitasi sesi penjajakan kerja sama atau business matching bagi pemenang.

“Para pemenang akan diberikan kesempatan untuk mengunjungi kota-kota mitra atau sister city Jakarta... membawanya pulang untuk membangun Jakarta,”

Ketua Panitia Prof. Erwin Parasian Sitompul berharap hasil kompetisi memberi manfaat nyata bagi pendidikan, industri, dan tata kelola kota.

“Kami apresiasi setinggi-tingginya kepada para pemenang dan seluruh finalis yang sudah bekerja keras... Semoga inovasi yang lahir dari kegiatan ini bisa memberi dampak positif,”

Ardiyansyah Djafar, VP Business Development PT Jababeka Tbk, menekankan pentingnya kerja sama antara pemerintah, akademisi, dan pelaku industri untuk akselerasi ekonomi digital.

“Kami mengucapkan terima kasih pada seluruh pimpinan berbagai pihak atas keikutsertaan dalam kompetisi ini,”

Dampak dan langkah ke depan

Pemerintah daerah dan mitra industri akan menelaah solusi finalis untuk peluang uji coba sesuai kebutuhan lapangan. Para pemenang juga mendapat akses ke jaringan kerja sama yang memungkinkan pengembangan prototipe menjadi produk yang layak diterapkan.

AI Open Innovation Challenge 2026 diselenggarakan bekerja sama antara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, PT Jababeka Tbk, President University, dan Fabrication Laboratory President University.

Naufal Hakim
Penulis
Naufal Hakim

Editor teknologi yang mengulas gadget, kecerdasan buatan, startup, dan inovasi digital.

Berita Terkait