Teknologi

Sebelum Buang Makanan, Kenali Arti Tanggal di Kemasan

Bagikan:

Setiap 29 September diperingati sebagai Hari Kesadaran Internasional tentang Kerugian dan Limbah Makanan. Untuk itu, konsumen diminta memahami arti tanggal pada kemasan agar tidak membuang makanan secara prematur. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan Food and Agriculture Organization (FAO) mengingatkan bahwa tidak semua keterangan tanggal berarti produk langsung berbahaya setelah lewat tanggal tersebut.

Perbedaan kedaluwarsa dan best before

Label pada kemasan memiliki makna berbeda. Kedaluwarsa menunjukkan batas terakhir konsumsi yang terkait keamanan produk. Setelah melewati tanggal ini, produk tidak boleh dikonsumsi atau diedarkan menurut aturan BPOM.

Sementara itu, label best before berkaitan dengan kualitas. FAO menjelaskan produk berlabel best before mungkin kehilangan tekstur atau rasa setelah tanggal tersebut, tetapi tidak selalu langsung berbahaya jika disimpan dengan benar.

Aturan BPOM dan perhatian pada kemasan

BPOM menegaskan konsumen harus memperhatikan keterangan kedaluwarsa pada pangan olahan. Keterangan itu menjadi batas mutu dan keamanan yang perlu ditaati.

Selain tanggal, kondisi kemasan dan petunjuk penyimpanan juga menentukan apakah suatu produk masih layak. Jika kemasan rusak, menggelembung, berbau, atau berubah warna, jangan dikonsumsi meski tanggalnya belum lewat.

Tips penyimpanan dan langkah praktis mengurangi limbah

Memahami label dan menerapkan penyimpanan yang tepat dapat mengurangi sampah makanan. Berikut langkah sederhana yang bisa diikuti konsumen:

  • Periksa label: bedakan antara kedaluwarsa dan best before.
  • Simpan sesuai petunjuk kemasan, misalnya di kulkas atau tempat kering.
  • Periksa kondisi fisik: bau, warna, tekstur, dan keadaan kemasan sebelum mengonsumsi.
  • Gunakan metode FIFO (first in, first out) untuk memutar stok makanan di rumah.
  • Bekukan sisa makanan yang aman untuk memperpanjang umur konsumsi.

Manfaat memahami label

Dengan memahami arti tanggal pada kemasan, masyarakat bisa membedakan makanan yang harus dibuang dan yang masih dapat dimanfaatkan. Kebiasaan ini menolong mengurangi limbah makanan tanpa mengabaikan keamanan pangan.

Perhatian sederhana pada label, penyimpanan, dan kondisi kemasan memberi dampak besar dalam memangkas kerugian sepanjang rantai pangan.

Naufal Hakim
Penulis
Naufal Hakim

Editor teknologi yang mengulas gadget, kecerdasan buatan, startup, dan inovasi digital.

Berita Terkait