Ekonomi

IHSG Ditutup Melemah 0,43% ke 6.121,70

Bagikan:

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 0,43 persen ke level 6.121,70 pada perdagangan Selasa. Penurunan ini terjadi di tengah kenaikan harga minyak dan pelemahan nilai tukar rupiah yang meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap prospek inflasi dan arah kebijakan suku bunga Bank Indonesia.

Ringkasan perdagangan

IHSG dibuka pada level 6.118,80 dan bergerak fluktuatif sepanjang sesi. Indeks sempat menembus level tertinggi 6.150,55 dan menyentuh level terendah 6.013,07 sebelum penutupan.

Nilai transaksi perdagangan mencapai Rp12,744 triliun dengan volume 37,838 miliar saham. Pergerakan saham terpantau beragam.

  • 303 saham menguat
  • 373 saham melemah
  • 118 saham stagnan

Tekanan dari harga minyak dan rupiah

Kenaikan harga minyak menjadi salah satu tekanan utama pada pasar domestik. Phintraco Sekuritas menilai level minyak yang tinggi kembali meningkatkan risiko inflasi dan menyempitkan ruang kebijakan bagi otoritas moneter.

Meningkatnya kembali harga minyak di tengah ketidakpastian kapan konflik di Timur Tengah akan segera berakhir. Telah meningkatkan risiko akan naiknya kembali laju inflasi

Hal tersebut membuat Bank Indonesia masih mempertahankan BI Rate pada level 5.75% saat ini

Pengaruh pasar global

Dari luar negeri, pasar mencermati kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat. Imbal hasil US Treasury tenor 10 tahun naik lebih dari lima basis poin menjadi 5,234 persen, yang turut menekan sentimen ekuitas global.

Harga minyak Brent tetap pada level tinggi meski terkoreksi dari puncaknya. Brent ditutup sekitar 105 dolar AS per barel setelah sempat menyentuh 108 dolar AS per barel sebelumnya.

Prospek dan perhatian investor

Investor akan mengawasi sejumlah rilis data ekonomi Amerika Serikat pekan ini, termasuk indeks PCE dan data ketenagakerjaan, yang berpotensi memengaruhi ekspektasi kebijakan The Fed dan aliran modal global. Di sisi domestik, tekanan harga energi dan arah rupiah menjadi faktor utama yang akan menentukan sentimen pasar dalam beberapa pekan ke depan.

Pergerakan IHSG selanjutnya diperkirakan akan tetap sensitif terhadap perkembangan harga minyak, data global, dan langkah-langkah stabilisasi yang diambil oleh otoritas moneter.

Farhan Azhar
Penulis
Farhan Azhar

Koresponden internasional yang mengikuti perkembangan geopolitik dan isu global terkini.

Berita Terkait