Target Pertumbuhan Ekonomi 2027 Ditetapkan 6%, Dorong Ekspor
Kepala Badan Anggaran (Banggar) DPR, Said Abdullah, menyatakan Banggar bersama pemerintah menyepakati target pertumbuhan ekonomi 2027 sebesar 6%. Pernyataan disampaikan dalam Rapat Paripurna DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa, 29 September 2026. Tujuan target ini adalah memperbesar skala ekonomi agar mayoritas rakyat merasakan manfaat aktivitas produksi dan konsumsi.
Alasan dan arah kebijakan
Said menjelaskan target 6% diperlukan sebagai jembatan untuk memperbesar kue ekonomi nasional. Ia mengatakan strategi pemerintah difokuskan pada peningkatan nilai tambah ekspor dan penumbuhan investasi. Langkah ini diharapkan menjadi pendorong utama pencapaian target pertumbuhan.
“Target 6% dibutuhkan sebagai jembatan untuk memperbesar kue ekonomi kita. Dengan skala ekonomi lebih besar, kita harapkan mayoritas rakyat mendapatkan manfaat dari aktivitas produksi dan konsumsi,”
Perbaikan tata kelola ekspor dan industrialisasi
Said menyoroti kondisi Indonesia yang masih menjadi eksportir komoditas tanpa penguasaan penuh atas rantai pasok dan rantai nilai. Akibatnya, negara belum menjadi penentu harga dan nilai ekspor cenderung rendah.
Ia menyatakan perlunya menggabungkan pembenahan tata kelola ekspor dengan program industrialisasi untuk meningkatkan nilai tambah produk ekspor. Menurutnya, penguasaan rantai pasok dan rantai nilai penting agar Indonesia bisa mendapat harga lebih baik atas komoditasnya.
“Strategi pembenahan tata kelola ekspor yang dipasangkan dengan program industrialisasi adalah langkah jitu. Dengan memegang kendali harga, nilai ekspor akan meningkat serta memberikan efek berganda bagi perekonomian nasional kita,”
Iklim investasi dan peran swasta
Said juga menekankan bahwa pencapaian target 6% tidak bisa hanya mengandalkan kemampuan APBN. Oleh karena itu, perbaikan iklim investasi dan kemudahan berusaha menjadi prioritas agar investasi swasta dapat tumbuh lebih cepat.
- Memperbesar nilai tambah ekspor melalui industrialisasi.
- Menata ulang tata kelola ekspor komoditas.
- Memperbaiki ease of doing business untuk menarik investasi swasta.
“Badan Anggaran dan pemerintah bersepakat untuk memperbaiki iklim investasi, strategi penataan ease of doing business secara lebih progresif dan terukur. Sebab tidak mungkin mengandalkan pertumbuhan ekonomi 6% dengan hanya kekuatan APBN, itulah sebabnya penting melibatkan peran swasta,”
Dampak dan prospek
Jika terlaksana, strategi ini diharapkan meningkatkan nilai ekspor nasional dan menghasilkan efek berganda bagi perekonomian. Namun, pencapaian target juga bergantung pada keberhasilan penataan ekspor, percepatan industrialisasi, serta respons sektor swasta terhadap perbaikan iklim usaha.
Pengawasan implementasi kebijakan dan sinergi antara pemerintah serta pelaku usaha akan menjadi kunci untuk memastikan target 6% memberi manfaat luas bagi masyarakat.
Koresponden internasional yang mengikuti perkembangan geopolitik dan isu global terkini.
Berita Terkait
Buyer Spanyol Tertarik Limbah Jaring Ikan untuk Pelet Nilon 6
Calon buyer Spanyol menjajaki limbah jaring ikan untuk diolah jadi pelet nilon 6; Atase Perdagangan RI Madri...
Harga Emas Antam Turun Rp2.000, Lanjutkan Pelemahan 3 Hari
Harga emas Antam turun Rp2.000 per gram pada 3 Okt 2026, lanjutkan pelemahan tiga hari; harga 1 gram Rp2.574...
Ceria Corp Dapat Piagam di Gotong Royong Bedah Rumah Sultra
Ceria Corp menerima piagam sebagai donatur dalam Program Gotong Royong Bedah Rumah di Kelurahan Mokau pada 3...
Surplus Perdagangan Agustus 2026 Capai USD3,55 Miliar
Neraca perdagangan Agustus 2026 surplus USD3,55 miliar, didorong ekspor USD26,61 miliar dan kinerja nonmigas...
Indeks Kepercayaan Industri September 2026 Tetap Ekspansi 51,93
IKI September 2026 tercatat 51,93, masih ekspansi meski turun; peningkatan pesanan disertai penurunan produk...
HIPMI Usulkan Plafon KUR Naik Jadi Rp2 Miliar
HIPMI usulkan plafon KUR naik dari Rp500 juta menjadi Rp2 miliar untuk pengusaha muda UMKM yang siap naik ke...