Nasional

Kementerian PU Operasikan 3 Pompa Atasi Kekeringan 600 Ha Sawah Bekasi

Bagikan:

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengoperasikan tiga pompa untuk mengatasi keterbatasan air di sekitar 600 hektare persawahan Desa Karangharja, Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi. Langkah ini dijalankan oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum pada akhir September 2026 untuk mempercepat pasokan air dan mendukung kegiatan tanam petani.

Operasi pompa dan distribusi air

Air diambil dari Stasiun Pompa (SP) Kiwing dan dialirkan ke sawah melalui tiga jalur selang. Pompanisasi ini bertujuan mengisi kekurangan pasokan air yang menghambat pengolahan lahan dan penanaman.

Langkah cepat itu ditempuh setelah arahan langsung Menteri PU, Dody Hanggodo, yang meninjau kondisi lapangan dan menemukan titik-titik kekeringan meski laporan awal menunjukkan kondisi relatif baik.

"Saya ingin memastikan laporan yang disampaikan teman-teman sumber daya air benar-benar sesuai dengan kondisi di lapangan. Dari laporan, semuanya terlihat baik, tetapi ketika saya turun langsung, ternyata masih ada titik-titik kekeringan,"

Perintah penanganan darurat dikeluarkan untuk memastikan kebutuhan air petani terpenuhi segera.

Kapasitas pompa dan bantuan tambahan

Selain pengambilan dari Kali Kuwing, BBWS Citarum menurunkan pompa bergerak dari Sungai Citarum. Pompa utama bergerak memiliki kapasitas besar untuk mempercepat pengaliran air.

  • Pompa bergerak utama: 500 liter per detik
  • Dukungan BBWS Cilicis: dua unit pompa bergerak @ 80 liter per detik
  • Tiga jalur selang dari SP Kiwing menuju sawah terdampak

Plt Kepala BBWS Citarum, Abdul Ghoni Majdi, menegaskan pentingnya respons cepat.

"Penanganan kekeringan harus dilakukan secara cepat dan konkret," ujar Abdul.

Monitoring, koordinasi, dan layanan pengaduan

BBWS Citarum akan terus memantau kondisi lapangan dan menyesuaikan langkah berdasarkan kebutuhan air pertanian. Pemantauan dilakukan bersama pemerintah daerah dan pengelola sumber daya air setempat.

Selain operasi pompa, BBWS Citarum membuka Layanan dan Posko Bencana Kekeringan untuk menerima laporan, kebutuhan air, dan permasalahan infrastruktur sumber daya air.

Dampak dan prospek

Intervensi pompanisasi diharapkan mempercepat proses tanam dan mencegah kerugian hasil panen pada 600 hektare sawah terdampak. Pengawasan lanjutan dan koordinasi antarlembaga menjadi kunci agar pasokan air tetap terjaga hingga musim tanam stabil.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait