Nasional

Fadli Zon Usulkan Bekas Gedung Jiwasraya Semarang Jadi Museum

Bagikan:
Bekas gedung Jiwasraya di Kota Tua Semarang tampak depan dengan arsitektur kolonial

Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengusulkan agar bekas gedung Jiwasraya di Kota Tua Semarang difungsikan kembali sebagai museum. Usulan itu disampaikan setelah peninjauan langsung pada Jumat, 28 Agustus 2026, dengan tujuan melestarikan nilai sejarah dan menjaga kelestarian bangunan.

Peninjauan dan kondisi bangunan

Fadli Zon meninjau gedung yang dulu bernama De Nederlandsche Indies Levensverzekering en Lijfrente Maatschappij. Ia mencatat beberapa bagian masih mempertahankan karakter arsitektur lama, termasuk struktur tiga lantai yang masih utuh.

Salah satu elemen yang menarik perhatiannya adalah lift buatan Otis Elevator Company yang masih berada di dalam gedung, meski tidak aktif. Menurut Menbud, keberadaan unsur asli tersebut menggambarkan perkembangan arsitektur dan teknologi di masa Hindia Belanda.

Usulan fungsi: museum fotografi dan alternatif lain

Dalam kunjungan itu, Fadli Zon menyampaikan bahwa museum merupakan pilihan yang layak untuk memanfaatkan bangunan bersejarah tersebut. Salah satu ide yang disebutkan adalah menjadikan gedung sebagai museum fotografi.

"Bangunan ini diperkirakan dibangun oleh orang Belanda pada abad ke-19 atau awal abad ke-20. Bangunan ini cukup modern untuk zamannya,"

"Kami berharap dalam konteks pemanfaatan bangunan warisan budaya, bangunan ini dapat menjadi museum. Semacam museum fotografi, atau penggunaan lainnya sehingga dapat dilestarikan,"

Pelestarian yang fungsional

Fadli Zon menekankan pelestarian tidak cukup hanya bersifat fisik. Ia menilai pemanfaatan bangunan harus selaras dengan nilai sejarah dan karakter aslinya agar tetap berguna bagi masyarakat.

"Pemanfaatannya juga perlu disesuaikan dengan nilai sejarah dan karakter bangunan agar tetap berguna bagi masyarakat,"

Ia menambahkan, Kementerian Kebudayaan mendorong agar bangunan warisan budaya bisa diakses publik. Ruang itu diharapkan bisa digunakan untuk kegiatan budaya dan pendidikan sejarah.

Langkah selanjutnya

Saat ini usulan tersebut masih pada tahap gagasan dan peninjauan. Jika dilanjutkan, perlu kajian teknis, konservasi, dan pemilihan fungsi yang tepat agar bangunan tetap terawat dan bernilai guna.

Penggunaan bekas gedung Jiwasraya sebagai museum dapat menjadi salah satu cara menjaga memori sejarah Kota Tua Semarang sekaligus membuka akses publik terhadap warisan budaya setempat.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait