Nasional

Wamendikdasmen: CKG Sekolah Bantu Anak Sehat dan Siap Belajar

Bagikan:
Siswa menjalani pemeriksaan kesehatan gratis di sekolah

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Fajar Riza Ul Haq, menilai Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) Sekolah mulai memberi manfaat langsung bagi murid. Ia meninjau pelaksanaan CKG di SMP Negeri 5 Kota Bogor pada Jumat, 28 Agustus 2026. Program ini dimaksudkan memastikan anak sehat sehingga lebih siap mengikuti pembelajaran.

Penilaian dan sinergi antar lembaga

Fajar memuji inisiatif kementerian kesehatan dan menyebut perlunya kolaborasi lintas sektor. Ia menekankan hasil skrining harus ditindaklanjuti oleh tenaga kesehatan, UKS, dan guru BK, serta diberitahukan kepada orang tua.

"Kami mengapresiasi inisiatif Pak Wamenkes yang mengundang kami bersama Wamen PPPA. Ini menunjukkan sinergi karena CKG Sekolah dilaksanakan di ruang pendidikan dan hasilnya perlu ditindaklanjuti bersama,"

Jangkauan nasional dan capaian

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan per 23–24 Agustus 2026, CKG Sekolah telah menjangkau ribuan sekolah dan jutaan murid. Secara nasional, program ini tercatat melibatkan lebih dari 153 ribu sekolah dan sudah melayani belasan juta murid.

Indikator Jumlah / Persentase
Satuan pendidikan tercakup 153.021 sekolah (hingga 23 Agustus 2026)
Murid terdaftar 18.572.503 dari sasaran 50.255.073 murid
Murid memperoleh pelayanan 15.222.475 murid
Murid menyelesaikan seluruh pemeriksaan 11.502.488 murid
Cakupan Kota Bogor 30,8% (hingga 24 Agustus 2026)
Total murid diperiksa 12.620.895 murid
Karies gigi 5.158.483 murid (40,9%)
Peningkatan tekanan darah 2.813.997 murid (21%)
Gizi lebih / obesitas 1.062.673 murid (7,2%)
Anemia 237.823 dari 863.565 murid yang diperiksa

Temuan kesehatan dan tindak lanjut

Hasil skrining menunjukkan tantangan terbesar pada kesehatan mulut dan tekanan darah. Fajar mendorong setiap temuan segera ditangani melalui upaya promotif, pencegahan, pelayanan primer, serta rujukan bila perlu. Ia menekankan peran aktif orang tua dan puskesmas untuk menindaklanjuti hasil pemeriksaan.

"CKG Sekolah bukan sekadar pemeriksaan, hasilnya harus disampaikan kepada orang tua. Dan ditindaklanjuti bersama sekolah, puskesmas, serta pemerintah daerah,"

Program pendamping dan edukasi gizi

Penguatan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) berjalan seiring pendampingan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di 11.143 sekolah. Edukasi gizi juga telah dilaksanakan di 6.519 satuan pendidikan dan diintegrasikan ke kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, serta ekstrakurikuler.

"Anak yang sehat akan belajar dengan lebih gembira dan berkembang secara utuh,"

Implikasi dan langkah ke depan

Data CKG Sekolah menunjukkan perlunya penguatan edukasi gizi, kebiasaan hidup sehat, dan pendampingan kesehatan mental. Ke depan, sinergi sekolah, dinas kesehatan, puskesmas, dan orang tua menjadi kunci agar temuan skrining berubah menjadi tindakan nyata yang meningkatkan kualitas pembelajaran.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait