Pengerjaan Beton Jalan Marelan III Rp2,3 Miliar Diawasi Ketat
MEDAN — Dinas Sumber Daya Air Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK) Kota Medan memastikan pengerjaan pembetonan Jalan Marelan III di Kelurahan Terjun, Kecamatan Medan Marelan, senilai Rp2,3 miliar berjalan sesuai spesifikasi dan terus diawasi. Pemeriksaan dilakukan pada Selasa (11/8) sebagai bagian dari opname teknis untuk memastikan mutu dan volume pekerjaan.
Pemeriksaan teknis dan metode kerja
Paket pekerjaan dikerjakan oleh CV Global Gemilang dengan metode pembetonan. Dinas SDABMBK menyatakan telah melakukan opname yang mencakup pemeriksaan visual, perhitungan, dan pengukuran terhadap hasil pembetonan.
"Sudah kita lakukan opname berupa pemeriksaan, perhitungan dan pengukuran terhadap pembetonan jalan itu,"
Opname tersebut dimaksudkan untuk memastikan setiap segmen pekerjaan sesuai dokumen pelaksanaan dan spesifikasi teknis. Dinas juga menegaskan proses pemotongan atau cutting beton akan dilakukan setelah beton mencapai usia 21 hari untuk menjaga kualitas.
Kondisi lapangan: keretakan dan penggunaan batu
Beberapa pengamat publik menyoroti adanya keretakan pada struktur beton di lokasi. Kepala Dinas menjelaskan hal itu bukan akibat kesalahan volume atau mutu. Dia menerangkan pembetonan dilakukan secara bertahap per segmen sehingga tampak perbedaan tahap pengerjaan.
"Itu dilakukan per segmen. Beton itu diletakkan pekerja. Seharusnya, kalau ada sisa tidak boleh, karena harus menunggu pencetakan pabrik. Jadi itu nanti dilakukan secara bertahap, tidak ada yang retak,"
Selain keretakan, ditemukan batu berukuran besar di beberapa titik. Dinas menegaskan batu tersebut tidak dimasukkan dalam RAB dan hanya dipakai pada lokasi dengan kepadatan tanah yang kurang untuk mendukung pemadatan.
Catatan teknis dari dinas menyebutkan batu bukan batu pegunungan dan dipakai terbatas untuk memperbaiki lapisan fondasi sebelum pembetonan akhir.
Pembayaran dan peran pengawasan publik
Dinas SDABMBK menegaskan pembayaran belum dilakukan kepada kontraktor sampai pekerjaan dinilai memenuhi syarat mutu dan kesesuaian dengan ketentuan. Langkah ini bagian dari mekanisme pengawasan anggaran daerah.
Keterlibatan masyarakat lewat lembaga swadaya masyarakat (LSM) juga diapresiasi. Menurut dinas, pengawasan publik penting untuk memastikan pembangunan infrastruktur berjalan transparan dan profesional.
"Kita mengucapkan terima kasih kepada masyarakat melalui LSM yang sudah ikut melakukan pemantauan terhadap pengerjaan ini. Secara pastinya, kita tidak akan lalai dalam menjalankan tugas,"
Sanksi bagi pihak yang melanggar
Dinas menegaskan tidak memberi toleransi jika kontraktor bekerja asal-asalan hingga berpotensi menimbulkan kerusakan pada jalan yang baru dibangun. Tindakan tegas akan diberlakukan sesuai aturan jika ditemukan pekerjaan yang tidak sesuai ketentuan.

Pengawasan ketat, opname teknis, dan penundaan pembayaran sampai mutu terjamin menjadi langkah utama dinas untuk memastikan proyek jalan ini tahan lama dan sesuai standar.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Hardi Gunawan Didakwa Edarkan Ekstasi dan Sabu di Medan
Hardi Gunawan didakwa mengedarkan ekstasi dan shabu di Medan; ratusan butir ekstasi serta shabu dan ketamine...
Pj Sekda Medan Erfin Fachrur Razi Dituntut Ubah Pengawasan Aparatur
Pelantikan Erfin sebagai Pj Sekda Medan dipandang peluang memperkuat pengawasan aparatur dan mengubah audit...
DPRD Sumut Desak Usut Bulog Sumut soal 52 Ton Beras dan 1,2 Ton Minyakita
DPRD Sumut mendesak investigasi Bulog Sumut terkait dugaan penimbunan 52 ton beras dan 1,2 ton Minyakita yan...
Polres Pematangsiantar Rotasi 5 Jabatan, Kapolres Tekankan Pelayanan
Polres Pematangsiantar menggelar Sertijab dan pisah sambut, Selasa (11/8); lima jabatan strategis berganti d...
Kapolres Taput Perkuat Pelayanan dan Pencegahan Kejahatan
Kapolres Tapanuli Utara AKBP Ferry Mulyana audiensi dengan PWI Taput (12/8) dan berjanji memperkuat pelayana...
Dikmaba TNI AD Gelombang II Dilantik Jadi Serda di Pematangsiantar
Dikmaba TNI AD gelombang II resmi melantik bintara menjadi Serda di Rindam I/BB Pematangsiantar, 11 Agustus...