Bupati Ipuk Telepon Penari Gandrung Sewu Korban Kebakaran KMP Batmandi
BANYUWANGI — Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menghubungi lima penari Gandrung Sewu asal Palembang dan Lampung yang menjadi korban kebakaran KMP Batmandi di perairan sekitar Pelabuhan Merak, Cilegon, Selasa (20/10/2026). Percakapan berlangsung melalui video call pada Rabu (21/10/2026) untuk memastikan kondisi mereka dan memberi dukungan.
Bupati pastikan keselamatan dan dukungan pemda
Dalam panggilan, Ipuk menyapa pendamping dan penari yang selamat serta menyatakan keprihatinan atas musibah tersebut. Ia meminta mereka tetap menjaga kondisi kesehatan setelah mengalami insiden kebakaran kapal.
Bagaimana kabar anak-anak semua? Sehat-sehat ya? Saya sangat khawatir kondisi kalian,
Ucapan itu disampaikan Ipuk saat membuka video call dengan pendamping penari, Suprianto. Ia memastikan pemerintah daerah akan memfasilitasi kebutuhan kelompok penari selama di Banyuwangi, termasuk penjemputan dan akomodasi sementara.
Kondisi penari dan rencana kedatangan
Para penari dilaporkan melanjutkan perjalanan menuju Banyuwangi dengan bus setelah dievakuasi dari kapal menggunakan sekoci. Meski mengalami trauma dan kehilangan beberapa properti, mereka menyatakan tetap berencana tampil pada pementasan Gandrung Sewu.
Nanti ada kendaraan dari pemda menjemput kalian di terminal bus terakhir. Pemkab akan memfasilitasi keperluan kalian selama di Banyuwangi,
Ipuk juga menegaskan dukungan hingga para penari kembali ke Lampung dan Palembang setelah rangkaian acara selesai.
Kerugian properti dan tekad untuk tampil
Salah satu penari, Sefita Apriliani, mengisahkan kronologi kejadian kepada Bupati. Ia menyebut selendang dan kipas yang disiapkan untuk pertunjukan ikut terbakar karena tersimpan di kendaraan yang juga ikut terdampak.
Kejadiannya sangat menegangkan, Bu. Kami semua merasa sesak di dalam kapal saat mulai terbakar sebelum akhirnya diangkut sekoci. Kami sangat sedih selendang dan kipas kami ikut terbakar karena di dalam mobil,
Sefita menambahkan bahwa selendang itu merupakan pemberian Ipuk beberapa tahun lalu. Meski kehilangan barang, penari lain, Valencia, menegaskan tekad mereka tetap bulat untuk tampil.
Namun kami bertekad tetap tampil di Gandrung Sewu, tekad kami sudah bulat, Bu,
Gandrung Sewu 2026 dan partisipasi penari luar daerah
Gandrung Sewu 2026 dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 24 Oktober, pukul 18.30. Tahun ini, sebanyak 200 dari 1.300 penari berasal dari luar Banyuwangi. Mereka datang dari beberapa kota, antara lain Palembang, Lampung, Jakarta, Bali, Malang, dan Pasuruan.
Dukungan dan doa mengalir untuk pemulihan para penari. Pemerintah daerah menyatakan akan terus memantau kondisi mereka hingga kembali ke daerah asal.
Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.
Berita Terkait
Deni Wicaksono: Alihkan Anggaran APBD ke Mitigasi Kekeringan
Wakil Ketua DPRD Jatim Deni Wicaksono minta APBD dialihkan ke mitigasi kekeringan dan karhutla setelah musim...
Surabaya Larang Pungutan di SD & SMP Negeri Mulai Nov 2026
Wali Kota Eri Cahyadi melarang semua pungutan di SD dan SMP negeri Surabaya mulai November 2026. Pemkot mena...
DPRD Surabaya Minta Pengawasan Peredaran Minol Diperketat
DPRD Surabaya minta pengawasan peredaran minol diperketat, termasuk pencatatan identitas pembeli dan pengatu...
Komisi IV Tegaskan Penegakan Hukum Kehutanan yang Adil di Banyuwangi
Sonny Tri dorong penegakan hukum kehutanan yang adil saat sosialisasi pencegahan kerusakan hutan di Banyuwan...
Widarto Minta Pemkab Jember Utamakan Kualitas P-APBD 2026
Wakil Ketua DPRD Jember Widarto minta P-APBD 2026 fokus pada ketepatan waktu dan kualitas proyek, bukan hany...
Pemkab Gelar Rembuk Santri Banyuwangi, Dorong Pelatihan Softskill Digital
Pemkab Banyuwangi menggelar Rembuk Santri 20 Okt 2026 untuk menjaring aspirasi 50 santri dari 15 pesantren,...