Widarto Minta Pemkab Jember Utamakan Kualitas P-APBD 2026
JEMBER — Wakil Ketua DPRD Jember, Widarto, mendesak pemerintah kabupaten agar tidak hanya mengejar serapan anggaran dalam pelaksanaan P-APBD 2026, tetapi juga memastikan ketepatan waktu dan kualitas teknis pelaksanaan, terutama proyek infrastruktur. Pernyataan itu disampaikan usai tindak lanjut evaluasi gubernur terhadap P-APBD Jember 2026 dan terbitnya nomor register anggaran pada Selasa, 20 Oktober 2026.
Sorotan utama: kecepatan harus diimbangi kualitas
Widarto menekankan bahwa percepatan belanja anggaran tidak boleh mengorbankan mutu pekerjaan. Menurut dia, proyek infrastruktur akan lebih efektif jika dilaksanakan pada musim kemarau, namun tetap harus memenuhi spesifikasi teknis.
"Bukan hanya persoalan kecepatan dalam penyerapannya, tetapi juga ketepatan pelaksanaannya. Penyerapan anggaran infrastruktur justru lebih maksimal jika dikerjakan pada musim kemarau seperti sekarang,"
Ia menambahkan bahwa keberhasilan anggaran tidak cukup diukur dari cepatnya dana dibelanjakan; kualitas pekerjaan menentukan manfaat nyata bagi masyarakat.
Catatan keterlambatan proyek 2025
Desakan tersebut berakar dari pengalaman tahun sebelumnya. Pada akhir 2025, ada keterlambatan signifikan pada proyek fisik di Jember. Dinas terkait melaporkan sekitar 140 paket kegiatan yang melewati masa kontrak.
Widarto menilai paket-paket itu seharusnya dapat diselesaikan paling lambat pertengahan tahun, bukan menumpuk menjelang penutupan anggaran. Pengalaman ini menjadi peringatan agar pelaksanaan P-APBD 2026 tidak mengulangi pola serupa.
Silpa besar, tuntutan perencanaan dan pengawasan
P-APBD Jember 2026 mengalokasikan kembali Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (Silpa) akhir 2025 sejumlah Rp648,225 miliar. Besarnya anggaran yang tersedia mempertegas pentingnya perencanaan dan pengawasan yang cermat agar belanja daerah menghasilkan pekerjaan yang layak dan berkelanjutan.
Arahan dan tindak lanjut
Widarto meminta eksekutif untuk mengawasi pelaksanaan kegiatan secara ketat. Ia mengingatkan bahwa percepatan tanpa kontrol mutu akan menimbulkan masalah yang lebih panjang daripada sekadar keterlambatan penyerapan anggaran.
"Kerugiannya akan lebih panjang jika kita hanya berpikir soal serapan anggaran, tetapi mengabaikan kualitas,"
Pemerintah kabupaten diharapkan menyusun skedul kerja dan pengawasan teknis yang memperhatikan kondisi lapangan, waktu pelaksanaan, dan standar kualitas. Dengan demikian, realisasi anggaran tidak sekadar tercatat, tetapi juga memberi manfaat nyata bagi warga Jember.
Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.
Berita Terkait
Sekretaris DPRD Jember Soroti Dugaan Kekerasan di Sekolah Rakyat
Sekretaris DPRD Jember minta penyelidikan setelah tiga siswa Sekolah Rakyat di Ajung diduga dianiaya; satu s...
Gus Falah Desak Usut Tuntas Penganiayaan Kepala Sekolah di Lamongan
Gus Falah mendesak penyelidikan tuntas atas dugaan penganiayaan kepala sekolah MI di Lamongan yang diduga me...
Bupati Blitar Dorong Santri Asah Kemampuan Pidato di Hari Santri 2026
Bupati Blitar mendorong santri asah kemampuan pidato dan kepercayaan diri saat penyerahan piala Lomba Pidato...
Banteng Futsal League: 21 Tim Berebut Juara di Ngawi
Turnamen Banteng Futsal League di Ngawi digelar 25 Okt 2026, 21 tim bertanding dengan komposisi pelajar dan...
DPRD Minta Pemkot Tegas Atasi Kabel Semrawut di Surabaya
DPRD Surabaya mendesak Pemkot awasi provider dan tindak tegas pemasangan kabel ilegal, sambil cek perizinan...
PDI-P Desak Pemprov Jatim Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Karhutla
PDI-P mendesak Pemprov Jatim memperkuat kesiapsiagaan karhutla setelah BMKG mencatat 634 titik panas dan keb...