IHSG Turun ke 6.293,80 di Pembukaan, Sentimen Kebijakan dan BI Jadi Perhatian
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka pada level 6.293,80 pada Kamis, 21 Mei 2026, turun 24,69 poin dari penutupan sebelumnya di 6.318,50. Penurunan tersebut juga mencerminkan koreksi 0,82% dari level penutupan Selasa, 19 Mei 2026, seiring sentimen wait and see investor.
Teknikal: Indikator campur aduk
Tim riset Phintraco Sekuritas mencatat indikator teknikal menunjukkan sinyal yang berlawanan. Stochastic RSI mulai memasuki area oversold dan berpotensi membentuk golden cross, namun pelebaran histogram negatif MACD masih berlanjut.
IHSG diperkirakan akan bergerak variatif pada kisaran support 6200-6250
Phintraco memperkirakan pergerakan indeks akan bervariasi dan memberikan target resistance pada 6400-6450. Kondisi ini menandakan potensi fluktuasi jangka pendek meski ada peluang pembalikan teknikal.
Pidato Presiden dan target RAPBN 2027
Pelaku pasar juga menimbang pidato Presiden Prabowo Subianto mengenai kerangka ekonomi makro dan Rancangan APBN 2027. Dalam Rapat Paripurna DPR, Presiden menargetkan defisit anggaran 2027 pada kisaran 1,8% hingga 2,4% dari PDB.
Pemerintah juga menetapkan proyeksi ekonomi tahun depan: pertumbuhan 5,8%–6,5%, inflasi 1,5%–3,5%, serta nilai tukar rupiah dipatok di rentang Rp16.800–Rp17.500 per dolar AS. Selain itu, kebijakan ekspor melalui BUMN tertentu untuk komoditas seperti CPO, batu bara, dan paduan besi menjadi sorotan pasar.
Kebijakan BI dan implikasi sektor
Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan sebesar 50 basis poin menjadi 5,25% untuk menjaga stabilitas rupiah dan menahan tekanan inflasi. Langkah ini membuat pelaku pasar mempertimbangkan dampak pada sektor properti dan emiten dengan beban utang tinggi.
Sisi makro juga menampilkan data kredit: pertumbuhan kredit nasional tercatat naik menjadi 9,98% YoY pada April 2026, yang menunjukkan peningkatan permintaan pembiayaan meski kondisi suku bunga lebih ketat.
Rekomendasi saham pilihan
Phintraco Sekuritas menyarankan beberapa saham untuk diperhatikan pada perdagangan hari ini, antara lain:
- PTBA
- CTRA
- UNVR
- BBTN
- WIIM
Outlook
Pasar diperkirakan akan tetap berfluktuasi dalam beberapa sesi mendatang seiring kombinasi tekanan teknikal, kebijakan fiskal, dan keputusan moneter. Investor disarankan memantau level support dan resistance yang disebutkan serta perkembangan kebijakan terkait RAPBN dan ketentuan ekspor komoditas.
Berita Terkait
OJK: Kinerja BPD Tetap Solid, Aset Tembus Rp1.036 Triliun
OJK melaporkan kinerja BPD solid per Maret 2026: aset Rp1.036,51 triliun, CAR 26,19%, kredit naik ke Rp656,8...
Produk Kriya IKM Binaan Kemenperin Raih Perhatian Global
Produk kriya IKM binaan Kemenperin mendapat perhatian buyer internasional setelah tampil di Home InStyle 202...
Kemendag Dorong Ekspor Nonmigas Indonesia ke Arab Saudi
Kemendag mengajak pelaku usaha tingkatkan ekspor nonmigas ke Arab Saudi untuk memanfaatkan peluang dari Saud...
Emas Antam Naik Rp35 Ribu per Gram, 1 Gram Jadi Rp2,8 Juta
Emas Antam naik Rp35.000 per gram pada 21 Mei 2026; harga 1 gram jadi Rp2.800.000 dan memengaruhi nilai buyb...
Rupiah Berpeluang Lanjutkan Penguatan Usai Kenaikan BI Rate
Rupiah berpeluang lanjut menguat hari ini setelah penutupan Rabu menguat 0,29% dan BI Rate naik menjadi 5,25...
Pesantren Didorong Mandiri Secara Ekonomi Lewat Koperasi
Inkopontren mendorong pembentukan koperasi pesantren agar pesantren mandiri secara ekonomi, memenuhi kebutuh...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!