Mendag: CEPA Indonesia-Kanada Perkuat Akses Produk RI ke Amerika Utara
Menteri Perdagangan Budi Santoso
Inti perjanjian dan waktu negosiasi
Perundingan CEPA berjalan selama 10 putaran dalam kurun dua tahun delapan bulan dan ditandatangani oleh kedua menteri perdagangan pada September 2025 di Ottawa, Kanada. Kesepakatan mencakup pengurangan tarif, akses jasa, investasi, serta kerja sama perdagangan digital.
Detail manfaat dan sektor yang diuntungkan
Dalam perjanjian ini, Indonesia memperoleh penghapusan tarif pada 90,55% dari total pos tarif Kanada. Sebaliknya, Kanada memperoleh penghapusan tarif pada 85,54% dari total pos tarif Indonesia. Produk yang diperkirakan mendapat manfaat antara lain:
- Indonesia: tekstil, alas kaki, makanan olahan, boga bahari, produk kayu
- Kanada: gandum, pupuk, bahan baku industri, produk pendukung sektor energi
Selain itu, CEPA memberikan peluang akses pasar jasa dan mobilitas tenaga profesional, termasuk insinyur, arsitek, tenaga kesehatan, dan tenaga teknologi informasi. Kerja sama digital juga diatur melalui pengakuan dokumen elektronik dan perlindungan data pribadi.
"Ketidakpastian geopolitik global dan peningkatan proteksionisme berpotensi membatasi akses pasar serta menekan kinerja ekspor nasional,"
"Ini memberikan pengurangan hambatan perdagangan termasuk melalui preferensi tarif dan peluang peningkatan ekspor produk bernilai tambah Indonesia,"
Angka perdagangan dan proyeksi
Perdagangan bilateral menunjukkan tren positif. Pada 2025, total perdagangan mencapai USD 4,36 miliar, dengan ekspor Indonesia ke Kanada sebesar USD 1,69 miliar. Di sektor jasa, perdagangan 2024 mencatat surplus bagi Indonesia sebesar USD 102,92 juta.
| Indikator | Nilai |
|---|---|
| Total perdagangan 2025 | USD 4,36 miliar |
| Ekspor Indonesia ke Kanada 2025 | USD 1,69 miliar |
| Surplus jasa 2024 | USD 102,92 juta |
| Penghapusan tarif untuk Indonesia | 90,55% pos tarif Kanada |
| Penghapusan tarif untuk Kanada | 85,54% pos tarif Indonesia |
Langkah pemerintah dan harapan pelaku usaha
Pemerintah berharap CEPA mendorong investasi Kanada di sektor potensial di Indonesia. Untuk itu disiapkan harmonisasi regulasi dan peningkatan daya saing UMKM menjelang implementasi perjanjian.
"Kami berharap implementasi Indonesia-Canada CEPA dapat segera memberikan manfaat nyata bagi pelaku usaha nasional,"
Anggota DPR yang mendukung perjanjian menilai diversifikasi pasar ekspor penting untuk mengurangi ketergantungan pada mitra dagang tradisional. Dengan demikian, CEPA diharapkan tidak hanya meningkatkan volume perdagangan, tapi juga memperluas nilai tambah produk ekspor dan memperkuat ketahanan perdagangan Indonesia ke depan.
Berita Terkait
OJK: Kinerja BPD Tetap Solid, Aset Tembus Rp1.036 Triliun
OJK melaporkan kinerja BPD solid per Maret 2026: aset Rp1.036,51 triliun, CAR 26,19%, kredit naik ke Rp656,8...
Produk Kriya IKM Binaan Kemenperin Raih Perhatian Global
Produk kriya IKM binaan Kemenperin mendapat perhatian buyer internasional setelah tampil di Home InStyle 202...
Kemendag Dorong Ekspor Nonmigas Indonesia ke Arab Saudi
Kemendag mengajak pelaku usaha tingkatkan ekspor nonmigas ke Arab Saudi untuk memanfaatkan peluang dari Saud...
Emas Antam Naik Rp35 Ribu per Gram, 1 Gram Jadi Rp2,8 Juta
Emas Antam naik Rp35.000 per gram pada 21 Mei 2026; harga 1 gram jadi Rp2.800.000 dan memengaruhi nilai buyb...
Rupiah Berpeluang Lanjutkan Penguatan Usai Kenaikan BI Rate
Rupiah berpeluang lanjut menguat hari ini setelah penutupan Rabu menguat 0,29% dan BI Rate naik menjadi 5,25...
Pesantren Didorong Mandiri Secara Ekonomi Lewat Koperasi
Inkopontren mendorong pembentukan koperasi pesantren agar pesantren mandiri secara ekonomi, memenuhi kebutuh...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!