Produk Kriya IKM Binaan Kemenperin Raih Perhatian Global
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan produk kriya IKM binaan Kementerian Perindustrian mendapat perhatian pasar internasional setelah tampil di pameran Home InStyle 2026. Keikutsertaan IKM tersebut membuka peluang kerja sama dengan buyer dan investor dari Hong Kong, Jepang, Filipina, Tiongkok, Abu Dhabi, hingga Amerika Serikat.
Partisipasi IKM di Home InStyle 2026
Kemenperin memfasilitasi tiga IKM alumni program Creative Business Incubator untuk tampil di pameran tersebut. Ketiga pelaku usaha yang ikut adalah:
- Manamu (Bali)
- Kampoeng Anyaman (Jawa Tengah)
- Koto Batu (Banten)
Partisipasi ini menjadi strategi pemerintah memperluas akses pasar global bagi produk kerajinan nasional.
Perhatian buyer internasional
Beberapa produk menerima respons positif dari buyer mancanegara. Produk anyaman pandan milik Kampoeng Anyaman mendapat permintaan sampel dari buyer di Amerika Serikat dan Abu Dhabi. Nilai potensi kerja sama itu diperkirakan mencapai Rp340 juta.
Produk tenun kawat dari Manamu juga diminati buyer dari Filipina, Selandia Baru, dan Hong Kong. Pendekatan dilakukan untuk menjajaki pengembangan pasar dan jalur distribusi.
Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka, Reni Yanita, menilai mayoritas buyer bergerak di sektor dekorasi rumah tangga dan produk ramah lingkungan.
Dukungan dan manfaat pameran
Pameran Home InStyle di Hong Kong dihadiri lebih dari 95 ribu buyer dari 134 negara dan wilayah. Hong Kong disebut sebagai hub perdagangan internasional untuk industri gaya hidup dan kreatif.
Survei HKTDC yang dipaparkan di ajang tersebut menunjukkan prospek pasar produk kerajinan global masih positif. Sebanyak 49 persen responden memperkirakan penjualan meningkat dalam satu hingga dua tahun ke depan. Kawasan ASEAN diproyeksikan menjadi pasar dengan prospek terbaik, disusul Taiwan, India, Korea Selatan, dan Tiongkok.
Pendampingan dan langkah ke depan
Kepala Balai Pemberdayaan Industri Fesyen dan Kriya, Dickie Sulistya Aprilyanto, menegaskan kegiatan seminar dan sesi networking memberi manfaat langsung bagi peserta. Interaksi dengan buyer potensial membuka peluang kerja sama dan memperluas jejaring pemasaran internasional.
“Mereka berinteraksi langsung dengan buyer potensial untuk membuka peluang kerja sama bisnis dan memperluas jejaring pemasaran internasional produk Indonesia,”
BPIFK juga terus mendampingi IKM melalui pengembangan desain, peningkatan kapasitas SDM, dan dukungan promosi internasional. Langkah-langkah ini ditujukan untuk memperkuat daya saing produk Indonesia di pasar global.
Dengan respons positif dari buyer internasional dan dukungan pemerintah, produk kriya IKM Indonesia berpeluang memperbesar ekspor serta membuka jalur bisnis baru dalam jangka menengah.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Tiga Stasiun Terhubung Pelabuhan Layani 3,88 Juta Penumpang
Merak, Ketapang, dan Tanjung Priok layani 3,88 juta penumpang pada Semester I 2026, naik 5,12% dari 2025.
KAI Layani 308.874 Wisatawan Mancanegara Semester I 2026
KAI melayani 308.874 wisatawan mancanegara pada Semester I 2026, tumbuh 2,54% dibanding 2025 dengan kontribu...
Public Speaking untuk UMKM: 5 Cara Perluas Peluang Bisnis
Public speaking membantu UMKM menarik pelanggan, memperluas relasi, dan mempermudah daya tawar saat mencari...
Kementan Gaspol: Gerakan Tanam Serempak 50.000 Ha untuk Swasembada
Kementan meluncurkan Gerakan Tanam Serempak 50.000 ha pada 3 Juli 2026 di 25 provinsi untuk percepat swasemb...
OJK Perkuat Ekosistem Keuangan Digital dengan Regulasi Adaptif
OJK memperkuat ekosistem keuangan digital lewat regulasi adaptif dan Roadmap IAKD 2026-2031, dibahas dalam s...
OJK Terbitkan POJK 7/2026 untuk Penguatan Permodalan BPR
OJK mengeluarkan POJK Nomor 7 Tahun 2026 untuk memperkuat permodalan BPR, mulai berlaku 30 Juni 2026 dengan...