Telkomsel-Republikorp Kembangkan Jaringan Komunikasi Aman
Telkomsel menjalin kerja sama strategis dengan Republikorp melalui anak usahanya, Republik Technetronic Nusantara (RTN), untuk mengembangkan secure private network bagi kebutuhan pertahanan dan transformasi digital. Nota Kesepahaman ditandatangani pada Rabu, 20 Mei 2026 di Jakarta, oleh Direktur Sales Telkomsel Stanislaus Susatyo dan Direktur RTN Rikza Nurhakim. Tujuan kerja sama adalah menghadirkan jaringan komunikasi yang aman, resilien, dan mampu beroperasi di wilayah dengan tantangan geografis tinggi.
Ruang lingkup kerja sama
Kolaborasi ini fokus pada pembangunan infrastruktur komunikasi yang dapat mendukung operasi strategis nasional dan kebutuhan operasional pertahanan modern. Ruang lingkupnya meliputi pengembangan teknologi komunikasi taktis dan solusi konektivitas untuk area terpencil.
- Mobile Tactical Communication System
- LTE tactical dan hybrid communication system
- Pengembangan dan integrasi teknologi satelit
- Sistem komunikasi darurat dan infrastruktur dual-use untuk penanggulangan bencana
"Kolaborasi ini merupakan perwujudan komitmen nyata Telkomsel dalam menghadirkan solusi konektivitas dan layanan digital yang andal. Terutama, untuk mendukung berbagai kebutuhan strategis nasional," kata Direktur Sales Telkomsel, Stanislaus Susatyo, di Jakarta, Rabu, 20 Mei 2026.
Dampak terhadap kapabilitas nasional
Pengembangan jaringan komunikasi aman diharapkan memastikan konektivitas stabil di wilayah operasi strategis serta daerah terpencil. Selain meningkatkan kapabilitas pertahanan, inisiatif ini potensial memperkuat sistem respons darurat saat terjadi bencana.
Sebagai bagian dari Telkom Group, Telkomsel akan mengandalkan kapabilitas digitalnya, termasuk pengembangan enterprise solutions dan Internet of Things (IoT), untuk mendukung implementasi solusi keamanan jaringan. Sementara itu, Republikorp mendorong kemandirian industri pertahanan melalui penjajakan kerja sama produksi dalam negeri dengan produsen teknologi internasional lewat skema joint venture.
Langkah implementasi dan prospek ke depan
Pada tahap awal, kedua pihak akan melakukan kajian kebutuhan teknis dan operasional serta uji coba pada lokasi prioritas. Ke depannya, kolaborasi bisa diperluas ke integrasi sistem satelit dan peningkatan interoperabilitas antar platform komunikasi militer dan sipil.
Dengan sinergi antara operator telekomunikasi besar dan penyedia teknologi pertahanan, proyek ini diharapkan mempercepat modernisasi komunikasi strategis nasional sekaligus mendukung kesiapsiagaan kawasan terpencil.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
GodDamn: Waspada, Ransomware Bekerja Lama Sebelum Mengunci File
ITSEC Asia: Serangan GodDamn sering dimulai jauh sebelum file dikunci, lewat pencurian kredensial dan perger...
James Webb Ungkap Jejak Tabrakan Pembentuk Planet Muda
James Webb menemukan jejak tumbukan besar pada sistem bintang muda, membantu memahami proses pembentukan pla...
Dilema Bimbel vs Kemandirian Siswa Dibahas di IIBF 2026
Diskusi IIBF 2026 mengupas dilema bimbel komersial dan pentingnya kemandirian belajar dengan buku panduan be...
Kecemasan Ujian Bikin Blank, Taktik Soal Dibahas di IIBF 2026
Pakar dan pelajar di IIBF 2026 membahas bagaimana kecemasan ujian memicu reaksi biologis, serta strategi nap...
Erlangga Luncurkan Program Final Sprint TKA di IIBF
Erlangga meluncurkan program Final Sprint TKA pada 1 Oktober 2026 di IIBF untuk persiapan masuk PTN, dengan...
Midea Indonesia Perkuat Produksi Lokal dan Teknologi AI
Midea Indonesia memperkuat manufaktur lokal, meluncurkan ekosistem AI SMART MASTER, dan perluas distribusi s...