LPDB Perkuat Mitra untuk Program Koperasi Desa/Merah Putih
LPDB Koperasi menggelar rapat dan diskusi bersama 16 koperasi mitra untuk memperkuat implementasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), Selasa, sebagai upaya memperluas akses pembiayaan ultra mikro dengan tarif maksimal 6% bagi anggota KDKMP.
Rapat, tujuan, dan peserta
Forum ini diselenggarakan untuk menyelaraskan kebijakan, memperkuat unit simpan pinjam, dan mendorong kemitraan antar koperasi melalui skema kakak asuh. Hadir dalam pertemuan antara lain pejabat Kementerian Koperasi, jajaran direksi LPDB, serta perwakilan koperasi besar dari berbagai daerah.
- Sekretaris Kementerian Koperasi: Ahmad Zabadi
- Direktur Utama LPDB Koperasi: Krisdianto
- Jajaran Direksi LPDB dan pejabat kementerian
- 16 koperasi mitra dari seluruh Indonesia
Isi diskusi dan arah kebijakan
Direktur Utama LPDB, Krisdianto, menekankan pentingnya peran koperasi mitra dalam membangun ekosistem pembiayaan yang sehat dan inklusif. Forum ini dirancang untuk menghasilkan skema pembiayaan dan pendampingan yang bisa dijalankan secara bisnis-to-bisnis sekaligus berorientasi pada pemberdayaan masyarakat desa.
“Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk bersama-sama mendukung implementasi Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, khususnya penguatan unit simpan pinjam dan layanan lembaga keuangan mikro,” ujar Krisdianto.
Ia menambahkan bahwa setelah forum, LPDB akan melakukan pendekatan door-to-door ke mitra untuk memastikan skema berjalan baik dan koperasi mitra juga memberi pendampingan di wilayah layanan masing-masing.
Target peluncuran dan prinsip kehati-hatian
Sekretaris Kementerian Koperasi, Ahmad Zabadi, menyatakan program ini bertujuan memberi pembiayaan murah sekaligus mengurangi ketergantungan masyarakat pada rentenir dan tengkulak. Pemerintah telah meresmikan 1.061 KDKMP dan menargetkan peluncuran hingga 30.000 KDKMP pada Agustus mendatang.
“Kami berharap koperasi besar yang menjadi mitra LPDB dapat mendukung layanan simpan pinjam atau pembiayaan super mikro di KDKMP melalui pilot project ini. Namun prinsip kehati-hatian tetap dijalankan,” kata Ahmad Zabadi.
Dampak dan tindak lanjut
LPDB optimistis kolaborasi antara pemerintah, LPDB, dan koperasi besar dapat mempercepat terbentuknya ekosistem pembiayaan koperasi yang kuat dan berkelanjutan. Pendekatan kakak asuh diharapkan mendorong kerja sama antar koperasi serta memastikan layanan dasar bagi masyarakat desa, seperti gerai sembako, layanan kesehatan, logistik, dan pembiayaan mikro.
Dengan komitmen mitra yang hadir, LPDB menargetkan skema ini tidak hanya sebagai program sosial tetapi juga model bisnis koperasi yang mampu berkelanjutan dan menjangkau lebih banyak desa.
Berita Terkait
BI Naikkan Suku Bunga, Rupiah Menguat 52 Poin
BI menaikkan BI Rate ke 5,25% dan rupiah menguat 52 poin ke Rp17.653 per dolar setelah pidato Presiden Prabo...
IHSG Ditutup 6318,5, Turun 0,82% Setelah Rapat BI
IHSG ditutup di 6318,5 pada 20 Mei 2026, turun 0,82% seiring investor menanti hasil Rapat BI dan menyorot da...
BUMN Khusus Ekspor Dinilai Bakal Dongkrak Kinerja Bursa
Pemerintah meluncurkan PT Danantara sebagai BUMN khusus ekspor yang diperkirakan meningkatkan profit perusah...
Mei 2026: BI Naikkan Suku Bunga 50 bps jadi 5,25%
Bank Indonesia menaikkan BI Rate 50 bps menjadi 5,25% pada 20 Mei 2026 untuk stabilkan rupiah dan jaga infla...
Airlangga: BUMN Pengelola Ekspor Akan Dievaluasi Usai 1 Juni
Pemerintah akan evaluasi pelaksanaan BUMN pengelola ekspor setelah masa transisi 1 Juni–31 Agustus 2026 untu...
Menkeu Purbaya: Pertumbuhan Ekonomi Bisa Capai 6,5% pada 2027
Menkeu Purbaya optimistis pertumbuhan ekonomi dapat mencapai 6,5% pada 2027 karena sektor swasta dan investa...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!