Ekonomi

GoTo Dukung Komisi Ojol 92% untuk Driver, Siap Adaptasi Bisnis

Bagikan:
Ilustrasi pengemudi ojek online dan logo GoTo sebagai simbol dukungan kebijakan komisi 92 persen

GoTo Group menyatakan dukungan terhadap arahan Presiden Prabowo Subianto dan Perpres No. 27 Tahun 2026 yang menetapkan pembagian komisi ojek online sebesar 92% untuk mitra driver dan 8% untuk aplikator. Pernyataan ini disampaikan manajemen pada Rabu, 20 Mei 2026, dan menegaskan kesiapan perusahaan menyesuaikan model bisnis meski kebijakan berdampak pada pendapatan perusahaan.

Empat langkah strategis pelaksanaan

Untuk menyesuaikan operasional dengan ketentuan baru, GoTo mengumumkan empat langkah strategis. Perusahaan menargetkan keseimbangan antara pendapatan mitra dan tarif yang dibayar konsumen agar layanan tetap terjangkau sekaligus menopang penghasilan driver.

  1. Mempertahankan keseimbangan pendapatan mitra dan tarif pada layanan GoRide Reguler.
  2. Berupaya agar tidak ada kenaikan harga bagi pengguna GoRide Reguler sehingga jumlah order tetap stabil.
  3. Menghapus opsi program langganan GoRide untuk mitra pengemudi, yang sebelumnya diuji coba sejak November 2025.
  4. Mempertahankan GoRide Hemat dengan pembagian hasil 8% untuk aplikator, disertai penyesuaian tarif moderat untuk konsumen.

Kutipan manajemen

"Kekuatan ekosistem ini memberikan fondasi yang kuat bagi Gojek untuk terus bertumbuh. Sekaligus, menjaga keunggulan layanan melalui kekuatan ekosistem dan inovasi yang berkelanjutan,"

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Direktur Utama GoTo, Hans Patuwo, ketika menjelaskan strategi adaptasi terhadap regulasi baru.

Dampak keuangan dan adaptasi operasional

Manajemen mengakui bahwa pembagian komisi 92:8 akan berdampak terhadap pendapatan perusahaan. Namun, GoTo menilai kekuatan ekosistem—yang meliputi layanan logistik, pengantaran, dan layanan finansial—menjadi fondasi untuk menjaga pertumbuhan dan keberlangsungan layanan.

Perusahaan berupaya meminimalkan gejolak permintaan dengan menstabilkan tarif GoRide Reguler, sehingga volume order dan pendapatan mitra diharapkan tetap terjaga meski terjadi perubahan skema bagi hasil.

Dukungan kesejahteraan mitra

Selain penyesuaian operasional, GoTo menegaskan komitmen pada program kesejahteraan mitra pengemudi. Program yang disebut akan dilanjutkan meliputi:

  • Bonus Hari Raya (BHR)
  • BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan
  • Paket sembako dan beasiswa
  • Umroh gratis dan pemeriksaan kesehatan gratis

Langkah-langkah ini dimaksudkan untuk menjaga daya beli dan kesejahteraan mitra saat perusahaan melakukan penyesuaian bisnis sesuai Perpres No. 27 Tahun 2026. GoTo optimistis bahwa kombinasi kebijakan internal dan kekuatan ekosistem akan mendukung pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan.

J
Penulis
John Doe

No bio yet 😊

Berita Terkait

Komentar (0)

Komentar akan ditinjau sebelum ditampilkan.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!