KAI Services Gelar Pelatihan Gada Utama untuk Tingkatkan Keamanan
KAI Services menggelar pelatihan Gada Utama untuk meningkatkan kompetensi keamanan personel pada 17-22 Mei 2026. Kegiatan berlangsung di Hotel Royal Palm Cengkareng dan bertujuan memperkuat perencanaan pengamanan, analisis risiko, dan kemampuan teknis di lingkungan kerja.
Pelatihan dan materi yang diberikan
Pelatihan berlangsung intensif dan terpusat untuk menjaga standar kompetensi. Materi mencakup analisis risiko area kerja, teknik penanganan konflik, dan penyusunan sistem manajemen pengamanan.
Salah satu fokus utama adalah penyusunan standar operasional prosedur (SOP) yang bisa diterapkan di seluruh unit operasional. Peserta juga mendapatkan modul tentang desain simulasi pengamanan untuk menguji kesiagaan tim.
Latihan teknis: menembak dan respons ancaman
Tim dari Pusat Latihan (Puslat) Brimob Polri memberikan materi teknis berupa latihan menembak. Latihan ini dirancang untuk memperkuat respons personel ketika menghadapi ancaman nyata di wilayah tugas masing-masing.
Pelatihan menembak ditujukan untuk meningkatkan akurasi, prosedur keselamatan, dan koordinasi tim dalam situasi darurat. Kegiatan praktis ini menjadi salah satu komponen penting selain materi manajerial.
Kolaborasi dengan Korbinmas Baharkam Polri
Kegiatan diselenggarakan bekerja sama dengan Korbinmas Baharkam Polri untuk memastikan kesesuaian materi dengan standar kepolisian terkini. Kolaborasi ini meliputi penyampaian materi teknis serta tata cara penyusunan SOP pengamanan.
Menurut Vice President Corporate Secretary KAI Services, Ixfan Hendri Wintoko, pelatihan rutin itu dirancang untuk meningkatkan kemampuan manajerial personel secara komprehensif.
"Dalam pelatihan ini, para peserta diberikan berbagai materi untuk meningkatkan kemampuan manajerial di bidang pengamanan, seperti bagaimana menyusun rencana pengamanan hingga menyusun desain simulasi pengamanan. KAI Services berkolaborasi dengan Tim Korbinmas Baharkam Polri memberikan berbagai materi mulai dari kemampuan teknis hingga penyusunan SOP,"
Respon peserta dan implikasi operasional
Salah satu peserta, Supriyono, menyatakan pelatihan memberi pengalaman berharga, terutama kombinasi teori dan praktik.
"Secara keseluruhan, pelatihan ini sangat komprehensif karena kita diajarkan semua materi di bidang pengamanan baik dari sisi teori maupun kemampuan teknis seperti latihan menembak. Ini sangat berguna untuk menangani gangguan keamanan di lingkungan kerja,"
Hasil pelatihan diharapkan dapat meminimalkan potensi gangguan keamanan di seluruh area kerja perusahaan. Implementasi standar dan prosedur baru akan diterapkan oleh personel setelah menyelesaikan seluruh rangkaian kegiatan pendidikan.
Penerapan materi yang didapat juga dimaksudkan untuk meningkatkan koordinasi internal serta sinergi dengan aparat penegak hukum saat diperlukan.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
KAI Layani 308.874 Wisatawan Mancanegara Semester I 2026
KAI melayani 308.874 wisatawan mancanegara pada Semester I 2026, tumbuh 2,54% dibanding 2025 dengan kontribu...
Public Speaking untuk UMKM: 5 Cara Perluas Peluang Bisnis
Public speaking membantu UMKM menarik pelanggan, memperluas relasi, dan mempermudah daya tawar saat mencari...
Kementan Gaspol: Gerakan Tanam Serempak 50.000 Ha untuk Swasembada
Kementan meluncurkan Gerakan Tanam Serempak 50.000 ha pada 3 Juli 2026 di 25 provinsi untuk percepat swasemb...
OJK Perkuat Ekosistem Keuangan Digital dengan Regulasi Adaptif
OJK memperkuat ekosistem keuangan digital lewat regulasi adaptif dan Roadmap IAKD 2026-2031, dibahas dalam s...
OJK Terbitkan POJK 7/2026 untuk Penguatan Permodalan BPR
OJK mengeluarkan POJK Nomor 7 Tahun 2026 untuk memperkuat permodalan BPR, mulai berlaku 30 Juni 2026 dengan...
OJK Tuntaskan Penyidikan Dugaan Tindak Pidana di BPR DCN
OJK menyerahkan tersangka dan barang bukti kasus BPR DCN ke kejaksaan, usai berkas dinyatakan lengkap. Tersa...