Komisi VII Dorong Gotong Royong Kawal Kebijakan dan APBN 2027
Komisi VII DPR menegaskan dukungan terhadap arah kebijakan Presiden Prabowo Subianto, namun menekankan keberhasilan program bergantung pada pelaksanaan di kementerian hingga daerah. Pernyataan itu disampaikan anggota Komisi VII, Samuel Wattimena, di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu, 20 Mei 2026.
Dukungan dan penekanan pada pelaksanaan
Samuel menyatakan menerima perencanaan besar pemerintah untuk pembangunan nasional. Ia menilai rencana tersebut sudah berada di jalur yang baik, tetapi efektivitas sangat ditentukan oleh eksekusi di lapangan.
Menurut Samuel, tanggung jawab pelaksanaan berada pada para pembantu presiden yang bekerja di kementerian hingga pejabat daerah. Oleh karena itu, pengawasan dan koordinasi dinilai krusial agar kebijakan bisa terealisasi sesuai target.
"Saya pribadi tentunya mengamini apa yang disampaikan oleh Pak Presiden. Tapi perlu kita ketahui bahwa beliau Presiden Prabowo adalah pemimpin tertinggi di negeri ini,"
Samuel menambahkan bahwa perencanaan bersifat strategis, namun outcome akhir sangat bergantung pada kemampuan para menteri, eselon, dan direktur jenderal untuk mengeksekusi program.
"Tentunya segala sesuatu itu sifatnya adalah perencanaan besar untuk negara ini. Perencanaannya baik, tapi kita perlu lihat nanti para pembantu beliau seperti para menteri dan lain-lainnya, eksekusinya seperti apa?"
Peran DPR dan kepala daerah
Komisi VII juga menegaskan fungsi pengawasan DPR dalam memastikan kebijakan diimplementasikan dengan benar. Samuel mengatakan pihaknya akan terus memantau pelaksanaan program pemerintah.
Lebih jauh, ia mengingatkan bahwa kepala daerah harus aktif mendukung kebijakan pusat. Tanpa sinergi antar-pusat dan daerah, pembangunan nasional akan sulit mencapai sasaran yang diharapkan masyarakat.
Dengan demikian, Komisi VII mengajak semua pemangku kepentingan untuk bekerja bersama menjaga kelancaran pelaksanaan program pembangunan.
Target fiskal: Defisit APBN 2027
Presiden Prabowo sebelumnya menyatakan pemerintah menargetkan defisit APBN 2027 tetap di bawah tiga persen. Dalam rapat paripurna DPR, Presiden menyebut angka defisit pada kisaran 1,80 hingga 2,40 persen terhadap PDB.
"Defisit APBN akan kami jaga di kisaran 1,80 hingga maksimal 2,40 persen PDB. Kita akan berjuang terus untuk menekan dan memperkecil defisit ini,"
Presiden juga menargetkan pendapatan negara dalam RAPBN 2027 berada pada 11,82 hingga 12,40 persen terhadap PDB. Pengendalian defisit dinilai penting untuk menjaga kesehatan fiskal di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Penutup: Komisi VII menekankan bahwa dukungan politik harus disertai pengawasan aktif dan implementasi yang kuat. Keberhasilan kebijakan bergantung pada sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan DPR untuk memastikan manfaat sampai ke masyarakat.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Public Speaking untuk UMKM: 5 Cara Perluas Peluang Bisnis
Public speaking membantu UMKM menarik pelanggan, memperluas relasi, dan mempermudah daya tawar saat mencari...
Kementan Gaspol: Gerakan Tanam Serempak 50.000 Ha untuk Swasembada
Kementan meluncurkan Gerakan Tanam Serempak 50.000 ha pada 3 Juli 2026 di 25 provinsi untuk percepat swasemb...
OJK Perkuat Ekosistem Keuangan Digital dengan Regulasi Adaptif
OJK memperkuat ekosistem keuangan digital lewat regulasi adaptif dan Roadmap IAKD 2026-2031, dibahas dalam s...
OJK Terbitkan POJK 7/2026 untuk Penguatan Permodalan BPR
OJK mengeluarkan POJK Nomor 7 Tahun 2026 untuk memperkuat permodalan BPR, mulai berlaku 30 Juni 2026 dengan...
OJK Tuntaskan Penyidikan Dugaan Tindak Pidana di BPR DCN
OJK menyerahkan tersangka dan barang bukti kasus BPR DCN ke kejaksaan, usai berkas dinyatakan lengkap. Tersa...
OJK Perkuat Literasi Pasar Modal Syariah di Universitas Gontor
OJK gelar kuliah umum di Universitas Gontor untuk tingkatkan literasi pasar modal syariah dan dorong partisi...