Transformasi Digital Didorong untuk Perkuat Desa dan UMKM
Anggota Komisi I DPR RI, Yudha Novanza Utama, mendorong penguatan desa dan UMKM melalui transformasi digital untuk membangun kemandirian ekonomi desa. Pernyataan itu disampaikan dalam Webinar Literasi Digital di Jakarta Selatan, Selasa, 13 Mei 2026. Kegiatan diselenggarakan Direktorat Jenderal Komunikasi Publik dan Media Kementerian Komunikasi dan Digital bersama Komisi I DPR RI.
Pesan utama dari webinar
Yudha menilai desa memiliki potensi besar menjadi pusat pertumbuhan ekonomi nasional. Ia menekankan penguatan teknologi dan pengembangan sumber daya manusia sebagai kunci utama agar desa berkembang mandiri.
"Desa harus menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru. Dengan dukungan teknologi digital dan penguatan koperasi serta UMKM,"
"Desa dapat berkembang lebih mandiri dan berdaya saing. Khususnya dalam menghadapi ekonomi digital,"
Peluang melalui digitalisasi
Menurut Yudha, transformasi digital membuka peluang besar bagi pelaku usaha di desa. Teknologi dapat dipakai untuk memperluas pasar, meningkatkan produktivitas, dan menurunkan biaya transaksi.
Ia menambahkan, akses teknologi harus tersedia merata agar manfaat digitalisasi sampai ke pelaku usaha mikro dan koperasi. Tanpa akses, desa berisiko tertinggal dalam persaingan ekonomi modern.
Literasi dan kapasitas SDM
Narasumber lainnya, Gun Gun Siswadi, menyoroti pentingnya literasi digital sebagai modal utama membangun ekosistem ekonomi desa yang adaptif. Ia menekankan pendidikan digital penting untuk mendorong adopsi teknologi di tingkat lokal.
Alan Fauzi juga menegaskan perlunya pengembangan keterampilan teknis dan manajerial bagi masyarakat desa. Keterampilan ini diperlukan agar pelaku usaha mampu memanfaatkan peluang ekonomi digital secara optimal.
"Transformasi digital harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat desa. Karena itu akses teknologi sangat penting,"
Langkah konkret yang disarankan
Para pembicara merekomendasikan beberapa langkah konkret. Pertama, program pelatihan literasi digital untuk pelaku UMKM dan pengurus koperasi. Kedua, perluasan infrastruktur internet dan akses perangkat di desa.
Ketiga, dukungan kebijakan dari pemerintah daerah dan pusat untuk mengintegrasikan koperasi dalam kanal pemasaran digital. Keempat, penguatan ekosistem pendanaan serta bimbingan teknis bagi usaha mikro.
Implikasi dan prospek
Jika dijalankan, langkah-langkah ini dapat mempercepat kemandirian ekonomi desa dan menumbuhkan pusat-pusat ekonomi baru di luar kota. Namun, keberhasilan bergantung pada komitmen penyediaan akses teknologi dan program peningkatan kapasitas berkelanjutan.
Webinar ini menegaskan bahwa transformasi digital bukan sekadar teknologi, melainkan upaya terpadu penguatan SDM, infrastruktur, dan kebijakan untuk mendukung desa yang berdaya saing.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
KAI Layani 308.874 Wisatawan Mancanegara Semester I 2026
KAI melayani 308.874 wisatawan mancanegara pada Semester I 2026, tumbuh 2,54% dibanding 2025 dengan kontribu...
Public Speaking untuk UMKM: 5 Cara Perluas Peluang Bisnis
Public speaking membantu UMKM menarik pelanggan, memperluas relasi, dan mempermudah daya tawar saat mencari...
Kementan Gaspol: Gerakan Tanam Serempak 50.000 Ha untuk Swasembada
Kementan meluncurkan Gerakan Tanam Serempak 50.000 ha pada 3 Juli 2026 di 25 provinsi untuk percepat swasemb...
OJK Perkuat Ekosistem Keuangan Digital dengan Regulasi Adaptif
OJK memperkuat ekosistem keuangan digital lewat regulasi adaptif dan Roadmap IAKD 2026-2031, dibahas dalam s...
OJK Terbitkan POJK 7/2026 untuk Penguatan Permodalan BPR
OJK mengeluarkan POJK Nomor 7 Tahun 2026 untuk memperkuat permodalan BPR, mulai berlaku 30 Juni 2026 dengan...
OJK Tuntaskan Penyidikan Dugaan Tindak Pidana di BPR DCN
OJK menyerahkan tersangka dan barang bukti kasus BPR DCN ke kejaksaan, usai berkas dinyatakan lengkap. Tersa...