Danantara Dirikan BUMN DSI untuk Perkuat Tata Kelola Ekspor
BPI Danantara membentuk BUMN baru, PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI), untuk memperkuat tata kelola ekspor-impor komoditas strategis nasional. Perusahaan dijadwalkan mulai beroperasi pada 1 Juni 2026, dan pengumuman ini disampaikan di Wisma Danantara, Jakarta, Rabu, 20 Mei 2026.
Operasional dua tahap
Menurut Rohan Hafas, Managing Director Stakeholders Management and Communication Danantara, DSI akan beroperasi dalam dua tahap. Tahap awal berjalan dari Juni hingga Desember 2026, lalu dilanjutkan ke tahap kedua dengan fungsi yang lebih aktif dalam perdagangan internasional.
“Jadi dia akan berstatus resmi BUMN. Dia akan menjadi pihak tengah dalam proses ekspor ke luar negeri untuk beberapa komoditas,”
Fungsi pada fase awal dan kedua
Pada fase pertama, DSI akan berperan sebagai penilai dan perantara transaksi ekspor. Dalam skema ini, DSI berdiri di antara penjual domestik dan pembeli luar negeri untuk beberapa komoditas tertentu.
“Fase pertama DSI ini akan menjadi fungsi penilai. DSI juga menjadi perantara antara penjual dan pembeli komoditas-komoditas tertentu yang akan diekspor,”
Memasuki tahap kedua, DSI akan berubah fungsi menjadi perusahaan perdagangan atau trader. Perusahaan akan membeli komoditas langsung dari eksportir domestik dan menjualnya ke pasar internasional.
“Dia akan langsung membeli. Dia akan langsung sendiri menjual ke market internasional barang-barang ekspor ini,”
Tujuan transparansi dan dampak ekonomi
Rohan menyatakan transaksi yang dijalankan DSI mengikuti harga pasar internasional. Langkah ini dimaksudkan untuk menekan praktik underinvoicing yang merugikan penerimaan negara. Risiko transaksi akan berada di tangan DSI, dan pembayaran ekspor akan diterima dalam bentuk valuta asing.
Mandat Presiden dan fokus sektor
Chief Investment Officer Danantara, Pandu Sjahrir, mengatakan pembentukan DSI adalah mandat langsung dari Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat sistem perdagangan ekspor-impor nasional.
“Danantara Indonesia ditunjuk oleh Bapak Presiden untuk memperkuat sistem perdagangan ekspor-impor. Karena itu kita mendirikan PT Danantara Sumber Daya Indonesia,”
DSI juga diharapkan memperkuat transparansi dan sistem pelaporan perdagangan komoditas strategis. Sektor-sektor yang menjadi fokus antara lain:
- Kelapa sawit
- Batu bara
Pandu menambahkan DSI diharapkan membantu optimalisasi pengelolaan devisa negara dan meningkatkan efisiensi tata kelola perdagangan nasional.
DSI mulai beroperasi pada 1 Juni 2026 dan akan menjadi instrumen penting dalam upaya negara memperketat pengawasan serta meningkatkan transparansi perdagangan komoditas strategis.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Grab Luncurkan Group Ride: Berbagi Ongkos hingga 50%
Grab meluncurkan fitur Group Ride sejak April 2026 untuk atur perjalanan bersama lewat satu pemesanan, denga...
Mobilitas Kereta Api Sumatra Capai 11,34 Juta Penumpang
KAI mencatat 11.342.350 pergerakan penumpang di Sumatra (Jan–Sep 2026), naik 12,02% dibandingkan 2025.
Kemenko Hilirisasi dan Energi Diharap Percepat Transisi Energi
Imaduddin Abdullah menilai pembentukan Kemenko Hilirisasi dan Energi percepat transisi energi, hilirisasi, d...
Hilirisasi Nikel Dorong PNBP Capai Rp21 Triliun
Hilirisasi nikel mendorong ekspor USD6,54 miliar dan PNBP mencapai Rp21 triliun hingga 31 Agustus 2026, namu...
Harga Emas Pekan Depan Diprediksi Fluktuatif, Waspada Saat Beli
Harga emas dunia diperkirakan berfluktuasi tajam pekan depan karena pengaruh indeks dolar AS dan harga minya...
Indonesia Kuasai 0,9% Pasar Ekspor Bambu, Kemenperin Dorong Penguatan Hulu
Kemenperin sebut Indonesia kuasai 0,9% pasar ekspor bambu global; AKB 2026 digelar untuk perkuat pasokan dan...