Lokal

Hasto Ajak Jaga Danau Toba dan Perkuat Persatuan di Samosir

Bagikan:
Hasto Kristiyanto berbicara pada silaturahmi tokoh agama dan masyarakat Samosir

Samosir, 15 Agustus — Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengajak tokoh agama dan tokoh masyarakat Kabupaten Samosir untuk merawat kebangsaan dengan membumikan nilai-nilai agama, Pancasila, kemanusiaan, dan keadilan dalam kehidupan sehari-hari. Ajakan itu disampaikan saat Silaturahmi Kebangsaan di Hotel Grand Dainang, Sabtu (15/8).

Silaturahmi lintas elemen

Kegiatan merupakan bagian dari kunjungan Hasto bersama Ketua DPP PDI Perjuangan Djarot Saiful Hidayat dan rombongan, yang diawali peletakan batu pertama pembangunan kantor DPC PDI Perjuangan Kabupaten Samosir. Pertemuan mengumpulkan beragam elemen masyarakat, dari umat HKBP dan Katolik hingga petani.

Ketua DPD PDI Perjuangan Sumatera Utara Rapidin Simbolon menyatakan pertemuan itu mempertemukan seluruh unsur masyarakat di tingkat kabupaten. Ia juga menyampaikan terima kasih atas kehadiran pimpinan partai dan rombongan.

Agama sebagai penggerak kepedulian

Hasto menegaskan bahwa kehidupan beragama tidak boleh berhenti pada ritual. Agama harus melahirkan kepedulian nyata kepada sesama dan mendorong tindakan sosial.

"Doa itu penting sebagai spiritualitas bagi kita, tapi doa harus membumi, doa harus menjadi amal kemanusiaan, doa harus menciptakan karya,"

Ia berbagi pengalaman spiritual selama berada dalam penjara, ketika membaca kisah para nabi dan kitab suci lintas tradisi. Menurut Hasto, pengalaman itu membuka dialog antaragama yang menegaskan nilai-nilai universal sebagai jembatan antar keyakinan.

Hasto menegaskan bahwa setiap agama mengajarkan kemanusiaan, pengampunan, dan keberpihakan pada kebenaran. Perbedaan keyakinan, kata dia, seharusnya menjadi kekuatan moral, bukan sumber pertentangan.

Perlindungan Danau Toba dan kesejahteraan lokal

Salah satu fokus yang diangkat adalah masa depan Danau Toba. Hasto meminta warga Samosir merencanakan masa depan wilayah itu untuk 100 tahun ke depan dengan memperhatikan tata ruang dan kelestarian.

Menurut Hasto, isu yang harus mendapat perhatian serius meliputi penanganan sampah, ancaman pendangkalan, tata ruang, dan sistem transportasi di kawasan Danau Toba. Ia juga menekankan bahwa pengembangan pariwisata wajib meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal.

Untuk memastikan manfaat ekonomi dinikmati warga setempat, Hasto menyarankan penguatan keterampilan, termasuk kemampuan bahasa asing serta pengetahuan budaya dan potensi daerah. Prioritas yang ia sebutkan antara lain:

  • Penataan tata ruang yang melindungi lahan pertanian dan kawasan wisata.
  • Pengelolaan sampah dan upaya mencegah pendangkalan danau.
  • Peningkatan keterampilan warga agar menjadi pelaku utama ekonomi pariwisata.

Penutup: ajakan merawat kemanusiaan

Menutup silaturahmi, Hasto mengingatkan agar perbedaan politik, agama, maupun suku tidak menjadi alasan terpecahnya kebersamaan. Ia menegaskan perjuangan membela kebebasan beragama adalah kewajiban bersama untuk menjamin hak konstitusional setiap warga negara.

"Indonesia ini dibangun untuk semua, bukan untuk satu kelompok tertentu,"

Hasto mengajak tokoh agama dan masyarakat Samosir untuk memuliakan kemanusiaan, memperjuangkan keadilan, serta berpihak kepada yang miskin dan terpinggirkan.

Sarah Kurniawati
Penulis
Sarah Kurniawati

Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.

Berita Terkait