Nasional

BPOM dan UNICEF Perkuat Lingkungan Pangan Sehat untuk Anak

Bagikan:
BPOM dan UNICEF kolaborasi untuk lingkungan pangan sehat anak Indonesia

BPOM menjalin kerja sama dengan UNICEF untuk menciptakan lingkungan pangan lebih sehat bagi bayi dan anak Indonesia. Inisiatif ini diperkuat lewat penandatanganan Programme Document (ProDoc) 2026–2030 dan selaras dengan Country Programme Action Plan (CPAP) Indonesia 2026–2030. Langkah ini ditempuh untuk meningkatkan kualitas gizi, mencegah malnutrisi dan penyakit terkait pola makan, serta mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

ProDoc 2026–2030 dan tujuan kerja sama

ProDoc kerja sama ditandatangani pada 22 Juni 2026. Dokumen operasional ini menjadi dasar implementasi program bersama antara BPOM, UNICEF, dan pihak terkait lainnya. ProDoc mendukung pelaksanaan CPAP 2026–2030 antara Pemerintah Indonesia dan UNICEF.

Ruang lingkup program dan fokus kebijakan

Kerja sama difokuskan pada penguatan kebijakan dan sistem pengawasan pangan olahan untuk melindungi bayi dan anak. Program strategis meliputi pengembangan kebijakan berbasis bukti serta peningkatan kapasitas kelembagaan.

  • Pengembangan nutrition profile model (NPM)
  • Penyusunan kebijakan front-of-pack nutrition labelling (FOPNL)
  • Pembatasan pemasaran pangan kepada anak
  • Kajian tentang ultra-processed foods (UPF) dan dampaknya
  • Peningkatan kapasitas sumber daya manusia dalam pengawasan pangan olahan

Dukungan teknis dan implementasi

UNICEF memberikan dukungan berupa technical assistance dan capacity building. Pelaksanaan program berjalan melalui Annual Work Plan (AWP) yang disusun setiap tahun. Rencana kerja ini disesuaikan dengan prioritas pembangunan nasional dan kebijakan pemerintah.

Kutipan pejabat BPOM

Komitmen BPOM ini kami wujudkan dengan kolaborasi bersama lembaga dunia UNICEF. Kami ingin agar anak-anak dapat meningkat kualitas hidupnya, tumbuh kembang, dan mewujudkan potensi mereka secara maksimal, terutama melalui pangan dan gizi yang cukup

Taruna Ikrar, Kepala BPOM, menyampaikan pernyataan tersebut menjelang peringatan Hari Anak Nasional pada 23 Juli.

Dari kerja sama ini diharapkan sinergi lintas sektor dapat semakin diperkuat, terutama dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia Indonesia yang sehat, berkualitas, dan berdaya saing

Elin Herlina, Deputi Bidang Pengawasan Pangan Olahan BPOM, menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat perlindungan gizi anak.

Kontribusi jangka panjang dan prospek

Pelaksanaan ProDoc merupakan hasil koordinasi antara BPOM, UNICEF, dan Bappenas. Kedua pihak berkomitmen memperkuat kebijakan berbasis sains dan memperluas kolaborasi untuk melindungi bayi serta anak Indonesia. Jika berhasil, inisiatif ini diharapkan menurunkan angka malnutrisi dan obesitas anak sekaligus memperkuat sistem pengawasan pangan.

Ke depan, keberlanjutan program akan bergantung pada sinergi antar-institusi, alokasi sumber daya, dan pemantauan berbasis bukti agar kebijakan yang dihasilkan efektif dalam jangka panjang.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait