Ekonomi

BI Imbau Warga Tak 'Panic Buying' Dolar Saat Rupiah Melemah

Bagikan:
Ilustrasi kurs rupiah melemah dan logo Bank Indonesia menyentuh Rp17.000 per dolar

Bank Indonesia (BI) mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan panic buying dolar AS menyusul pelemahan rupiah. Imbauan disampaikan pada Jumat, 22 Mei 2026, di Makassar, saat BI mengamati peningkatan pembelian valuta asing per individu yang berpotensi memperburuk tekanan nilai tukar.

Aksi borong dolar dan penyebabnya

Tren melemahnya rupiah terhadap dolar AS memicu kekhawatiran masyarakat. Sejumlah orang kemudian membeli dolar secara masif karena khawatir biaya akan membengkak bila dolar terus menguat.

Direktur Departemen Pendalaman Pasar Keuangan BI, Ruth A. Cussoy Intama, mencatat banyak pembelian yang dilakukan padahal kebutuhan valuta asing itu baru diperlukan beberapa bulan ke depan. Fenomena ini mirip dengan perilaku saat pandemi Covid-19, ketika kepanikan memicu pembelian berlebih barang kebutuhan.

Karena mereka membeli dolar AS dengan rupiah. Yang namanya pasar kalau sudah panik, sama dengan waktu pandemi Covid19, orang-orang memborong barang-barang kebutuhan,

Langkah BI menahan gejolak

Untuk meredam tekanan, BI memperketat aturan pembelian valas per bulan per orang. Kebijakan itu dibuat agar permintaan berlebih yang bersifat spekulatif tidak semakin menekan kurs rupiah.

Ruth meminta masyarakat menunda pembelian valuta asing jika kebutuhannya masih beberapa bulan lagi. Strategi ini dimaksudkan untuk menahan ekspektasi permintaan dan menjaga stabilitas pasar valas.

Jadi kalau butuh dolarnya masih nanti tiga bulan lagi, tolong dong belinya jangan sekarang, nanti aja,

Perkiraan arah rupiah dan dampak

BI memperkirakan rupiah berpotensi kembali menguat pada Juli–Agustus mendatang. Di sisi lain, pelemahan yang berkelanjutan berisiko merugikan seluruh lapisan masyarakat karena kenaikan biaya impor dan tekanan inflasi.

Pada penutupan perdagangan Jumat, nilai tukar rupiah kembali menyentuh level Rp17.000 per dolar AS, yang menjadi salah satu pemicu kekhawatiran publik.

Kalau memang kebutuhan dolarnya nanti, enggak usah beli sekarang. Dengan demikian kita sudah meredam ekspektasi, demand dan sebagainya,

BI menegaskan akan terus hadir di pasar dan mengawasi dinamika nilai tukar. Imbauan untuk tetap tenang dan membeli valuta asing sesuai kebutuhan diharapkan dapat membantu menstabilkan rupiah dalam beberapa bulan ke depan.

J
Penulis
John Doe

No bio yet 😊

Berita Terkait