Ekonomi

ATONIK 50 Tahun: Dari Jepang Mendampingi Sawah Indonesia

Bagikan:
Logo ATONIK dan sawah Indonesia menandai 50 tahun pendampingan pertanian

PT OAT Mitoku Agrio merayakan ATONIK Golden Anniversary pada 25 Mei 2026 di Four Seasons Hotel Jakarta setelah 50 tahun mendampingi petani Indonesia. Sejak 1976, ATONIK membawa transfer teknologi pertanian dari Jepang yang disesuaikan untuk iklim tropis dan kebutuhan lahan lokal. Perayaan ini bertajuk "ATONIK 50 Tahun: Harapan Petani Indonesia" dan menandai perjalanan setengah abad inovasi dan pendampingan di lapangan.

Sejarah singkat dan pembentukan

Jejak ATONIK di Indonesia dimulai pada 1976 melalui kolaborasi OAT Agrio Co., Ltd (Jepang) dengan PT Mitoku Sukses Makmur. Kolaborasi tersebut kemudian berlanjut dengan pembentukan PT OAT Mitoku Agrio sebagai joint venture. Kerja sama ini menjadi pintu masuk teknologi zat pengatur tumbuh tanaman dari laboratorium Jepang ke sawah dan kebun di Indonesia.

Pendekatan: bukan sekadar produk

Perusahaan menekankan bahwa transfer teknologi tidak berhenti pada pengenalan produk. Teknologi dikembangkan dan disesuaikan dengan kondisi iklim tropis, karakter lahan, serta ragam kebutuhan petani. Proses ini terus berlangsung melalui pelatihan dan pendampingan di lapangan.

Pendampingan menjangkau distributor, kios pertanian, hingga petani di berbagai daerah. Edukasi lapangan menjadi kunci agar inovasi tidak hanya dikenal, tetapi juga dipahami dan diterapkan dengan tepat.

Pernyataan pimpinan

Direktur PT OAT Mitoku Agrio, Alexander H. Effendie, menekankan pentingnya keterhubungan dengan kebutuhan petani. Ia menyatakan bahwa keberhasilan teknologi bergantung pada kemanfaatannya di lapangan.

"Teknologi yang baik bukan hanya teknologi yang canggih, tetapi teknologi yang benar-benar bisa diterapkan dan memberi manfaat nyata bagi petani,"

Menurut Alexander, kepercayaan petani terhadap ATONIK tumbuh karena perusahaan konsisten melakukan pendampingan selama bertahun-tahun. Hal ini memperkuat adopsi teknologi di tingkat lokal.

Direktur lain, Suryadi Jaya, menambahkan soal tantangan modern yang harus dihadapi sektor pertanian. Ia menekankan perlunya inovasi yang adaptif untuk menghadapi perubahan iklim dan meningkatkan efisiensi produksi.

"Karena itu, perusahaan terus berupaya menghadirkan teknologi pertanian yang adaptif dan mudah diterapkan oleh petani Indonesia,"

Perwakilan OAT Agrio Co., Ltd Jepang, Mr. Kazuya Kamba, menegaskan komitmen perusahaan untuk memperkuat kolaborasi jangka panjang. Fokusnya adalah menyediakan teknologi yang inovatif, berkualitas, dan berkelanjutan untuk mendukung ketahanan pangan.

Makna bagi petani dan prospek ke depan

Selama lima dekade, ATONIK menjadi contoh bagaimana transfer teknologi dapat dihadirkan secara berkelanjutan melalui hubungan erat dengan petani. Dari laboratorium di Jepang hingga hamparan sawah Indonesia, inovasi diterjemahkan menjadi solusi praktis di lapangan.

Lewat momentum Golden Anniversary, PT OAT Mitoku Agrio berharap semangat kolaborasi dan pengembangan teknologi terus berjalan. Tujuannya agar petani Indonesia semakin siap menghadapi tantangan pertanian masa depan.

J
Penulis
John Doe

No bio yet 😊

Berita Terkait