Lokal

Kepala Bapenda Medan Saksikan Sidang Tahunan MPR, Prabowo Paparkan Ekonomi

Bagikan:
Rapat paripurna DPRD Kota Medan menyaksikan Sidang Tahunan MPR

Medan — Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Medan, M Agha Novrian, menghadiri Rapat Paripurna DPRD Kota Medan untuk menyaksikan siaran langsung Sidang Tahunan MPR RI serta sidang bersama DPR dan DPD RI, Jumat (14/8). Acara berlangsung di Gedung DPRD Kota Medan mulai pukul 08.30 WIB.

Rapat paripurna dan kehadiran pejabat

Rapat paripurna digelar untuk menayangkan Sidang Tahunan Majelis Permusyawaratan Rakyat dari Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta. Suasana sidang di Medan khidmat, dengan kehadiran kepala dinas dan unsur pimpinan daerah.

Selain Kepala Bapenda, peserta rapat antara lain:

  • Ketua DPRD Kota Medan Wong Chun Sen
  • Wali Kota Medan Rico Waas dan Wakil Wali Kota Zakiyuddin Harahap
  • Forkopimda Kota Medan, Ketua TP PKK Airin Rico Waas
  • Pj Sekda Erfin Fahrurrazi, anggota DPRD, pimpinan perangkat daerah, dan camat se-Kota Medan

Sorotan pidato kenegaraan Presiden

Dalam pidato kenegaraan, Presiden Prabowo Subianto memaparkan capaian strategis negara menjelang peringatan HUT ke-81 RI dengan tema “Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur.” Presiden menegaskan ketangguhan fundamental ekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian global dan gejolak geopolitik.

“Pertumbuhan ekonomi nasional tercatat mencapai 5,61% pada kuartal I dan semester I tahun 2026. Capaian ini merupakan rekor tertinggi dalam kurun waktu 13 tahun terakhir, sehingga pemerintah optimistis target pertumbuhan ekonomi tahun 2026 dapat melampaui angka 5,4% dan menyentuh target ambisius sebesar 6%.”

“Pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan investasi yang meningkat bukanlah tujuan utama. Tujuan akhir dari berbagai program pemerintah adalah meningkatkan kesejahteraan rakyat secara merata.”

Data investasi dan penyerapan tenaga kerja

Presiden juga memaparkan angka investasi yang menunjang ketahanan ekonomi. Beberapa poin penting yang disampaikan adalah:

  • Tahun Anggaran 2025: investasi mencapai Rp1.931 triliun, menyerap sekitar 2,7 juta tenaga kerja.
  • Semester I 2026: realisasi investasi tercatat Rp1.010 triliun dengan penyerapan tenaga kerja sekitar 1,4 juta orang.

Program prioritas dan efisiensi BUMN

Presiden juga menguraikan program yang langsung menyentuh masyarakat, termasuk percepatan ekonomi kerakyatan lewat Koperasi Desa Merah Putih dan program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai upaya membangun kualitas sumber daya manusia.

Di sektor korporasi negara, pemerintah membentuk Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) untuk merestrukturisasi portofolio BUMN. Upaya efisiensi dilanjutkan dengan penutupan 290 BUMN tidak produktif, yang diklaim menghemat anggaran negara sebesar Rp50 triliun dan berpotensi mencapai Rp70 triliun pada akhir 2026.

Dampak dan prospek ke depan

Kehadiran pejabat daerah di rapat paripurna menunjukkan upaya menyelaraskan kebijakan fiskal daerah dengan arah pembangunan nasional. Rangkaian data ekonomi dan kebijakan struktural yang dipaparkan diharapkan mendorong koordinasi program daerah dan pusat guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait