Banjir Aceh Tenggara: 12 Desa Terendam, Akses Jalan Dialihkan
Kutacane — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tenggara melaporkan banjir yang masih menggenangi sejumlah wilayah pada Kamis, 29 Oktober. Banjir akibat luapan beberapa sungai telah merendam 12 desa dari empat kecamatan, merusak pemukiman, lahan pertanian, dan fasilitas umum. BPBD menyatakan pendataan kerugian masih berlangsung.
Sebaran dan dampak
Banjir terjadi di beberapa kecamatan dan diperkirakan masih berlanjut. Kedalaman air di titik-titik terdampak mencapai sekitar 0,5 hingga 1 meter, sehingga memaksa evakuasi sebagian warga dan menutup akses rutin.
- Kecamatan Bambel (termasuk Desa Kuning, akses jalan nasional dialihkan)
- Kecamatan Lawe Sumur
- Kecamatan Badar
- Kecamatan Deleng Phokisen dan Lawe Bulan
BPBD melaporkan ratusan warga terdampak karena rendaman pada pemukiman dan lahan pertanian. Hingga kini belum ada data final terkait kerugian materiil maupun jumlah pengungsi.
Penyebab banjir
Menurut BPBD, banjir disebabkan oleh kombinasi curah hujan tinggi dan kondisi sungai yang terganggu. Akibatnya, beberapa tanggul mengalami kebocoran atau jebol, sementara sedimentasi mempersempit aliran sungai.
BPBD menyebutkan tiga sungai utama sebagai pemicu luapan:
- Sungai Alas
- Sungai Lawe Kinge
- Sungai Lawe Bulan
"Sampai saat ini banjir masih menggenangi sejumlah wilayah Aceh Tenggara. 12 Desa dari 4 Kecamatan mengalami luapan sungai,"
"Air masih merendam di sejumlah pemukiman dan lahan pertanian warga. Akses jalan nasional juga di Desa Kuning, Kecamatan Bambel, sudah dilakukan pengalihan,"
Penanganan dan kondisi terkini
BPBD menyatakan tim masih melakukan pendataan kerusakan fasilitas umum, pemukiman, dan lahan pertanian. Penanganan darurat difokuskan pada pengalihan lalu lintas, pemantauan tanggul, dan bantuan untuk warga terdampak.
Pihak berwenang memperingatkan banjir berpotensi berlanjut bila curah hujan tinggi terus terjadi, mengingat kondisi sedimentasi dan kerusakan tanggul yang belum tertangani sepenuhnya.
BPBD menegaskan perlunya kewaspadaan warga dan koordinasi antarinstansi untuk mempercepat pemulihan area terdampak serta melengkapi data kerugian untuk langkah penanganan selanjutnya.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
BANI Medan Ajak Akademisi Perkuat Arbitrase Nasional
BANI Medan mendorong akademisi memperkuat pendidikan dan riset arbitrase dalam seminar HUT ke-46 untuk tingk...
Perantara Pinjaman Didakwa Gelapkan Rp28 Juta di Medan
Perantara pinjaman di Medan, Lestari, didakwa menggelapkan Rp28 juta setelah menerima pelunasan pinjaman; ka...
Jembatan Natam Putus, Ongkos Angkutan Darul Hasanah Melonjak
Jembatan Natam di Aceh Tenggara masih terputus sejak 27 Nov 2025, memaksa angkutan memutar dan menaikkan tar...
Sumut Alokasikan Rp13,2 Miliar untuk 440 RTLH 2026, Butuh Swadaya
Sumut alokasikan Rp13,2 miliar untuk 440 RTLH 2026, bantuan Rp30 juta per unit bersifat stimulan sehingga wa...
Sumut Siapkan Revisi Perda untuk Cegah Peredaran Narkoba melalui Vape
Pemprov Sumut dan DPRD siapkan revisi perda untuk membendung peredaran narkoba lewat vape; status legal vape...
Polrestabes Medan Gerebek Gudang Narkoba di Deliserdang
Polrestabes Medan menggerebek gudang pengolahan pinang di Deliserdang dan menyita sabu 3 kg, 10.000 pil ekst...