Nasional

Pemerintah Alokasikan Rp4 T untuk Keselamatan Perlintasan Kereta

Bagikan:
Rencana peningkatan fasilitas dan pembangunan flyover untuk keselamatan perlintasan kereta

Pemerintah menganggarkan sekitar Rp4 triliun untuk meningkatkan keselamatan dan pembangunan infrastruktur perlintasan kereta api, termasuk persetujuan pembangunan flyover di Bekasi. Keputusan itu diumumkan bersamaan rangkaian kebijakan yang diumumkan Kementerian Perhubungan dan PT KAI pada Mei 2026 sebagai upaya menekan risiko kecelakaan dan kemacetan lalu lintas.

Langkah konkret dan waktu pelaksanaan

Rencana ini dipertegas dalam sejumlah pertemuan resmi. Menteri Perhubungan menyampaikan komitmen penanganan keselamatan dalam Rapat Kerja dengan Komisi V DPR pada 21 Mei 2026. Sebelumnya, Kemenhub bersama PT KAI dan instansi terkait menggelar Kick Off penanganan perlintasan sebidang pada 5 Mei 2026.

"Kami menyatakan, tidak ada kompromi untuk keselamatan transportasi, setiap kejadian harus menjadi pelajaran, dan ditindaklanjuti dengan perbaikan sistem. Kami akan memastikan seluruh rekomendasi keselamatan yang nanti diterbitkan, akan ditindaklanjuti secara serius, terukur, dan dapat dipantau pelaksanaannya,"

Rincian anggaran dan prioritas

Pemerintah menetapkan 1.638 lokasi perlintasan sebidang sebagai prioritas peningkatan fasilitas keselamatan. Total investasi untuk lokasi prioritas tercatat sebesar Rp842,48 miliar. Komponen utama anggaran meliputi kebutuhan petugas penjaga, pembangunan pos jaga, serta fasilitas mekanikal dan elektrikal.

Komponen Anggaran (Rp)
Petugas penjaga perlintasan 603.900.000.000
Pembangunan pos jaga 158.100.000.000
Fasilitas mekanikal & elektrikal 60.900.000.000

Penutupan perlintasan berisiko

Dari evaluasi nasional, pemerintah menyepakati penutupan 172 perlintasan sebidang yang dinilai bermasalah. Kriteria penutupan utama adalah lebar jalan di bawah 2 meter, yang dinilai berisiko tinggi bagi pengguna jalan dan operasional kereta.

Data perlintasan nasional

Saat ini Indonesia memiliki 3.674 perlintasan sebidang, terdiri dari 2.771 perlintasan terdaftar dan 903 tidak terdaftar. Selain penutupan, pemerintah menargetkan peningkatan fasilitas seperti petugas penjaga, pos jaga, alat komunikasi, dan perlengkapan keselamatan lainnya pada lokasi prioritas.

Langkah pembangunan flyover di Bekasi juga masuk rencana jangka panjang untuk mengurangi kepadatan lalu lintas sekaligus meningkatkan keselamatan. Ke depan, pemerintah menyatakan akan memonitor pelaksanaan rekomendasi secara terukur dan memastikan tindak lanjut dari setiap temuan keselamatan.

J
Penulis
John Doe

No bio yet 😊

Berita Terkait