Mantan Gubernur Zaini Abdullah 'Abu Doto' Meninggal di Banda Aceh
Banda Aceh — Mantan Gubernur Aceh periode 2012–2017, Dr H Zaini Abdullah atau dikenal sebagai Abu Doto, meninggal dunia di RSUD dr Zainoel Abidin Banda Aceh pada Sabtu, 13 Juni. Berita wafatnya disusul kunjungan keluarga serta pejabat daerah ke ruang ICU tempat almarhum dirawat.
Kunjungan pejabat dan suasana di rumah sakit
Begitu kondisi kesehatan Abu Doto dilaporkan menurun, Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal bersama suaminya, Amir Ridha, segera menuju Ruang ICU RSUDZA untuk melayat. Di sana suasana haru menyelimuti keluarga dan kerabat yang berkumpul.
Illiza tampak berdiri di sisi pembaringan almarhum dan menunjukkan kesedihan mendalam atas kepergian tokoh yang selama ini dianggap berperan penting bagi Aceh.
"Atas nama pribadi, keluarga, dan Pemerintah Kota Banda Aceh, saya menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas wafatnya Abu Doto. Beliau merupakan salah satu putra terbaik Aceh yang telah memberikan pengabdian besar bagi daerah dan masyarakat Aceh," ujar Illiza.
Prosesi pemakaman
Jenazah almarhum dishalatkan di Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh setelah salat Ashar. Upacara pengantar dilanjutkan dengan pemberangkatan jenazah menuju Kabupaten Pidie untuk dimakamkan di kampung halaman.
Reaksi masyarakat dan warisan kepemimpinan
Wafatnya Abu Doto meninggalkan duka mendalam bagi warga Aceh. Sejak kabar kepergiannya tersebar, ucapan belasungkawa mengalir dari tokoh masyarakat, ulama, pejabat, hingga warga biasa yang mengenang jasa almarhum.
Abu Doto dikenang sebagai sosok yang sederhana, bersahaja, dan memiliki komitmen kuat memperjuangkan kepentingan rakyat. Menurut Illiza, beliau selalu mengedepankan persatuan dan kedamaian dalam setiap langkahnya.
"Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah beliau, mengampuni segala khilaf dan dosanya, serta menempatkan beliau di tempat terbaik di sisi-Nya. Kepada keluarga yang ditinggalkan, semoga diberikan ketabahan dan kekuatan menghadapi musibah ini," kata Illiza.
Penutup
Kepergian Dr H Zaini Abdullah menutup bab penting dalam perjalanan politik dan sosial Aceh. Jejak pengabdian serta pemikirannya diperkirakan akan terus menjadi rujukan dalam sejarah daerah. Jasa dan pengabdian almarhum mendapat penghormatan luas dari masyarakat yang kini berduka.
Berita Terkait
Humbahas Lepas Kontingen MTQ ke-40 Provinsi Sumut
Bupati Humbahas melepas 30 orang kafilah MTQ ke-40 Sumut yang digelar 15–25 Juni 2026 di Deli Serdang; tim t...
Pelaku Curi Dua Timbangan Ditangkap Polsek Siantar Utara
Pelaku pencurian dua timbangan ditangkap di Jalan Mufakat, Siantar Utara; tersangka ditahan dan kasus lain d...
Tokoh Pemuda Desak Bupati Deliserdang Mundur Usai Pernyataan Jalan
Tokoh Pemuda Sastra Sembiring mendesak Bupati Deliserdang mundur setelah pernyataan yang mengaitkan perbaika...
Rakerkot KONI Langsa 2026: Persiapan Atlet Menuju PORA XV
KONI Kota Langsa gelar Rakerkot 2026 di IAIN Langsa untuk evaluasi program dan strategi pembinaan atlet menu...
4 Tersangka Ditangkap Usai Bom Molotov Membakar Barbershop
Satreskrim Polres Labuhanbatu menangkap empat pelaku pelemparan bom molotov yang membakar Barbershop Pleasur...
Wali Kota Wesly Hadiri Pelantikan PD Al Washliyah Pematangsiantar
Wali Kota Wesly Silalahi menghadiri pelantikan PD Al Jam'iyatul Washliyah Pematangsiantar (13/6) dan menyeru...