Tokoh Pemuda Desak Bupati Deliserdang Mundur Usai Pernyataan Jalan
DELI TUA — Tokoh Pemuda Delitua, Sastra Sembiring, mendesak Bupati Deliserdang Asri Ludin Tambunan mundur pada Minggu (14/6). Desakan itu muncul setelah pernyataan Bupati yang mengaitkan perbaikan jalan rusak dengan kepatuhan masyarakat membayar PBB, yang menurut Sastra menyakiti rakyat kecil dan menimbulkan kesan pilih kasih dalam pelayanan publik.
Kritik langsung terhadap pernyataan Bupati
Sastra menilai pernyataan kepala daerah itu tidak menunjukkan empati terhadap warga yang hidup dengan keterbatasan infrastruktur dan tekanan ekonomi. Ia mempertanyakan logika yang mengaitkan perbaikan fasilitas umum dengan besaran kontribusi pajak individu.
Bisa-bisanya Bupati Deliserdang menanggapi keluhan tentang jalan rusak berdasarkan kepatuhan masyarakat membayar Pajak Bumi dan Bangunan. Pernyataan ini tidak mencerminkan empati terhadap kondisi rakyat kecil.
Pertanyaan soal prioritas anggaran
Sastra juga mempertanyakan arah penggunaan anggaran Pemkab Deliserdang. Menurutnya, masih banyak jalan rusak yang belum diperbaiki sementara ada alokasi besar untuk rehabilitasi fasilitas institusi.
Saya juga menyoroti adanya alokasi anggaran miliaran rupiah untuk rehab fasilitas institusi tertentu yang dikeluarkan Pemkab Deliserdang termasuk bantuan rehabilitasi sebesar Rp1,5 miliar di lingkungan Polrestabes Medan.
Perbandingan pengeluaran tersebut, kata Sastra, memunculkan persepsi ketimpangan dan prioritas anggaran yang tidak berpihak kepada kebutuhan dasar masyarakat.
Kasus Arisha sebagai contoh dampak kebijakan
Untuk memperkuat kritiknya, Sastra menyinggung kasus bayi Arisha Zainaba dari Patumbak yang membutuhkan perawatan karena penyakit jantung bocor. Ia mempertanyakan apakah bantuan publik diberikan berdasarkan seberapa besar kontribusi pajak keluarga.
Buktinya ada bayi bernama Arisha Zainaba, warga Patumbak yang sempat berjuang melawan penyakit jantung bocor tidak mendapat bantuan dari Bupati Deliserdang. Apakah karena keluarga Arisha bukan penyumbang pajak besar sehingga tidak menjadi prioritas perhatian pemerintah?
Sastra menyebutkan bahwa bantuan akhirnya datang dari dermawan dan relawan, bukan dari pemerintah kabupaten, sehingga menimbulkan tanda tanya tentang tanggung jawab negara dalam pelayanan kesehatan dasar.
Tuntutan mundur dan harapan publik
Sastra menegaskan masyarakat tidak anti pajak. Mereka hanya ingin melihat agar pembayaran pajak kembali dalam bentuk pelayanan, pembangunan, dan kepedulian sosial yang nyata. Jika bupati tidak mampu menyelesaikan keluhan warga, ia menilai langkah mundur lebih terhormat.
Kini kami menanti, apakah kritik dan suara masyarakat kecil ini akan dijawab dengan kebijakan yang lebih berpihak atau hanya berlalu sebagai polemik sesaat. Jika Bupati Deliserdang tidak mampu menyelesaikan keluhan warga sebaiknya mundur saja.
Desakan ini membuka kembali diskusi soal transparansi anggaran daerah dan prioritas pembangunan infrastruktur di Deliserdang, yang kemungkinan akan menjadi fokus pengawasan publik ke depan.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Rico Waas: Pelantikan ICMI Muda Medan Harus Jadi Aksi Nyata
Wali Kota Medan Rico Waas minta ICMI Muda Medan yang baru dilantik langsung bergerak dengan roadmap kerja da...
Tapanuli Highlands Festival 2026: Pulau Sibandang Tampil sebagai Destinasi Sport Tourism
Pulau Sibandang dan Muara dipromosikan lewat Tapanuli Highlands Festival 2026; 65 peserta mengikuti lomba re...
Kejati Aceh Gelar Seleksi Jabatan Eselon III.b dengan Sistem Merit
Kejati Aceh menggelar seleksi Jabatan Eselon III.b pada 2 Oktober 2026 menggunakan sistem merit untuk menjar...
Polsek Gunung Malela Tangkap Dua Pengedar Sabu di Siantar
Polsek Gunung Malela menangkap MD (45) dan AID (27) di Siantar, 30/9, serta menyita sabu dan barang bukti la...
Puluhan Remaja Masjid Al Ikhlas Gelar Tadabbur Alam di Medan
Puluhan remaja Masjid Al Ikhlas mengadakan Tadabbur Alam di Medan Selayang untuk mempererat ukhuwah dan meng...
Rico Waas Janji Tangani Banjir dan Tambah 10.000 CCTV di Medan
Wali Kota Medan Rico Waas janji solusi banjir di Kelurahan Beringin, rencanakan drainase, parit, pembersihan...