BI Luncurkan KKI dan Perluas MDR QRIS 0 Persen untuk Perkuat Ekonomi Digital
Bank Indonesia meluncurkan Kartu Kredit Indonesia (KKI) dan memperluas kebijakan MDR QRIS 0 persen pada momentum HUT RI ke-81 untuk memperkuat kedaulatan ekonomi melalui akselerasi digitalisasi sistem pembayaran. Pengumuman terkait kebijakan itu disampaikan pada 17 Agustus 2026 dan dikonfirmasi oleh Kepala KPw BI Pematangsiantar, Ahmadi Rahman, pada 19 Agustus.
Kebijakan MDR QRIS 0 persen
BI mengumumkan kebijakan MDR QRIS 0 persen akan diperluas mulai 1 Oktober 2026. Kebijakan ini tetap berlaku untuk merchant Usaha Mikro (UM) pada transaksi hingga Rp 500.000. Selain itu, kebijakan diperluas bagi seluruh kategori merchant untuk transaksi hingga Rp 100.000, yang sebelumnya dikenai MDR 0,7 persen.
Perluasan ini dimaksudkan untuk menurunkan biaya transaksi nilai kecil. Harapannya, penggunaan QRIS semakin luas di aktivitas ekonomi sehari-hari. Dampaknya diharapkan meningkatkan produktivitas usaha, mengurangi biaya, dan memperkuat inklusi keuangan.
Peluncuran Kartu Kredit Indonesia (KKI)
BI bersama Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia meluncurkan Kartu Kredit Indonesia sebagai instrumen pembayaran domestik. KKI diproses sepenuhnya di dalam negeri dan menawarkan fasilitas penundaan pembayaran atau deferred payment.
KKI dapat digunakan sebagai sumber dana untuk transaksi QRIS baik melalui metode pindai maupun QRIS Tap. BI berharap KKI memperkuat kemandirian sistem pembayaran nasional sekaligus memperluas akses layanan keuangan digital yang aman dan inklusif.
Sejak peluncuran pada 17 Agustus 2026, delapan Penyelenggara Jasa Pembayaran telah menerbitkan KKI: BCA, Mandiri, BNI, BRI, CIMB Niaga, Permata Bank, Bank Mega, dan BSI yang mengembangkan pembiayaan berbasis syariah.
Perkembangan QRIS dan dampak pada UMKM
Perkembangan QRIS menunjukkan tren kuat. Hingga Juni 2026 jumlah pengguna QRIS mencapai 65,77 juta, bertambah sekitar 6,23 juta pengguna baru sepanjang Januari–Juni 2026. Di sisi merchant, ada 44,86 juta merchant yang menggunakan QRIS, 96,68 persen di antaranya UMKM.
Pada semester I 2026, QRIS mencatat 12,55 miliar transaksi dengan nilai mencapai Rp 1,12 kuadriliun, tumbuh 93,92 persen (yoy). Capaian ini menandakan digitalisasi pembayaran telah meresap hingga usaha mikro dan kecil di berbagai daerah.
Peluncuran KKI dan perluasan MDR QRIS 0 persen merupakan bagian dari upaya memperkuat ekosistem sistem pembayaran nasional yang efisien, inklusif dan berdaya saing sekaligus mendukung program transformasi ekonomi digital Indonesia,
Setiap pengembangan kebijakan sistem pembayaran harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan perekonomian nasional, dan langkah ini juga menjaga keberlanjutan industri,
Langkah ke depan
BI menegaskan komitmen untuk terus bersinergi dengan pemerintah, perbankan, industri, dan pelaku usaha. Kebijakan ini menjadi bagian implementasi blueprint Sistem Pembayaran Indonesia 2030 dan mendukung agenda pembangunan nasional.
Dengan penurunan biaya transaksi dan hadirnya instrumen domestik baru, BI berharap adopsi transaksi digital semakin cepat. Langkah ini bertujuan mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berkelanjutan, dan berdaya saing.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Sumabee Honey Diluncurkan, 195 Warga Jantho Terlibat Budidaya Madu
Sumabee Honey diluncurkan; 195 warga dari delapan gampong Kota Jantho terlibat dalam budidaya lebah yang men...
Wagub Aceh dan Wamendagri Tinjau Blang Padang, Bahas Status Lahan
Wagub Aceh dan Wamendagri meninjau Lapangan Blang Padang (8,9 ha) untuk membahas status lahan, wakaf histori...
Forum KKA Aceh 2025–2030 Dikukuhkan, Wamendagri Hadir
Forum KKA Aceh 2025–2030 dikukuhkan di Banda Aceh; Wamendagri hadir dan tiga isu strategis diajukan ke pemer...
BKPSDM Simalungun Monitoring Administrasi Kepegawaian di Dolok Batunanggar
BKPSDM Simalungun memantau administrasi kepegawaian dan pengembangan SDM di Dolok Batunanggar untuk memastik...
Bupati Tinjau Rehabilitasi Sawah 207 Ha di Humbahas, Progres 95%
Bupati Humbahas meninjau rehabilitasi 207 ha sawah pascabencana 2025; progres keseluruhan 95,12% untuk pemul...
Polres Humbahas Tanam 1,6 Ton Bawang Putih Dukung Swasembada
Polres Humbahas menanam 1,6 ton bawang putih di dua hektare lahan di Desa Ria-Ria pada 19 Agustus sebagai du...