PDIP DPRD Medan Desak Pemko Tanggung Jawab Atasi Krisis Air
Medan — Fraksi PDIP di DPRD Kota Medan menyatakan akan terus bersikap kritis terhadap kebijakan Pemko Medan, khususnya penggunaan APBD dan pelaksanaan pembangunan.
Pernyataan itu disampaikan Ketua Fraksi PDIP, Robi Barus, saat menyampaikan pemandangan umum terhadap R-APBD 2027 dalam rapat paripurna DPRD Medan, Senin (5/10). Robi menegaskan kritik sebagai bentuk tanggung jawab politik kepada masyarakat.
Sorotan utama: krisis air bersih
Robi menyoroti krisis air bersih yang masih menjadi keluhan warga di berbagai wilayah Kota Medan. Menurutnya, masalah tersebut kerap disampaikan saat reses anggota dewan.
Pemko Medan harus bertanggungjawab, karena air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang harus dipenuhi dan mampu diatasi ketercukupannya.
Fraksi PDIP meminta penjelasan langkah konkret Pemko untuk mengatasi krisis air dan rincian alokasi anggaran pada R-APBD 2027 yang disiapkan untuk kebutuhan itu.
Sekda, penempatan pejabat, dan evaluasi kinerja
Selain masalah air, PDIP menyorot status Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Medan yang masih berstatus Pelaksana Tugas (Plt). Partai ini mendesak Wali Kota segera menetapkan pejabat definitif untuk Sekda, Sekwan DPRD, dan jabatan lain yang belum definitif.
Fraksi juga meminta evaluasi terhadap pejabat berkinerja buruk demi mendukung pencapaian RPJPD dan RPJMD 2025–2029.
Banjir, drainase, dan normalisasi sungai
Persoalan banjir mendapat perhatian khusus. Robi menyebut genangan masih muncul pada sejumlah ruas jalan karena drainase tersumbat dan pendangkalan Sungai Deli serta Sungai Babura.
Fraksi PDIP meminta Dinas Sumber Daya Air Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK) memprioritaskan normalisasi parit dan sungai secara bertahap dan berkesinambungan.
Kita harapkan normalisasi supaya dilakukan bertahap dan berkesinambungan.
Selain itu, PDIP meminta penjelasan progres penanganan banjir rob di kawasan pesisir Belawan.
Kesehatan, UHC, dan dugaan sampel limbah B3 palsu
Fraksi PDIP menyambut program Universal Health Coverage (UHC) namun meminta evaluasi layanan. Mereka mencatat keluhan peserta BPJS Kelas III yang disebut terlantar di IGD karena kamar penuh dan dipulangkan sebelum pulih.
Robi juga mengungkapkan adanya informasi terkait dugaan sampel limbah B3 palsu. Ia menilai sampel yang diuji Dinas Lingkungan Hidup diduga tidak diambil langsung dari lokasi usaha, melainkan diantar pemilik usaha, sehingga rawan tidak mewakili kondisi sebenarnya.
Untuk itu, Wali Kota Medan diminta memperketat pengawasan terhadap proses pengambilan dan pengujian sampel limbah B3 tersebut.
Fraksi PDIP juga mempertanyakan kesiapan Pemko menghadapi kebijakan pengangkatan PPPK paruh waktu menjadi penuh waktu mulai Januari 2027, khususnya dampaknya pada guru dan tenaga kesehatan.
Permintaan klarifikasi dan tuntutan tindakan oleh Fraksi PDIP kini menjadi salah satu fokus pembahasan R-APBD 2027, yang akan menentukan arah kebijakan layanan publik di Medan pada tahun depan.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
PT Medan Perkuat Hukuman 8,5 Tahun untuk Yuyun Kristina
PT Medan menguatkan hukuman 8 tahun 6 bulan untuk Yuyun Kristina atas pembunuhan suami; masa tahanan dikuran...
Sarune Children Choir Raih Juara II di SICC 2026
Sarune Children Choir meraih Juara II Children Choir dan special award di SICC Samosir (24-27 Sep 2026), plu...
Kontingen Sumut Memukau di Got Talent PPSN VI Malang
Kontingen Sumatera Utara menampilkan Tari Tortor dan tari Pakpak di panggung Got Talent PPSN VI Malang, memp...
Sergai FC Menang Adu Penalti 5-4 atas Pemdes Sukasari
Sergai FC menang 5-4 lewat adu penalti atas Pemdes Sukasari FC pada laga eksebisi di Desa Sukasari, Minggu (...
Ribuan Ramaikan Tapanuli Utara Fun Run 2026, Bupati Ikut 7K
Ribuan peserta memeriahkan Tapanuli Utara Fun Run 2026 di Tarutung; Bupati Jonius ikut kategori 7K untuk men...
Telkomsel Luncurkan TEY Season 2, 51 Sekolah di Sumut-Aceh Berpeluang Dapat Beasiswa
Telkomsel gelar TEY Season 2 (25 Sep 2026–31 Mei 2027) dengan 51 sekolah di Sumut-Aceh; tiap sekolah pilih 1...