Kontingen Sumut Memukau di Got Talent PPSN VI Malang
MALANG — Kontingen asal Sumatera Utara mencuri perhatian pada ajang Got Talent Santri Nusantara yang menjadi bagian pamungkas Perkemahan Pramuka Santri Nusantara (PPSN) VI, Senin kemarin di Malang, Jawa Timur. Pada penampilan itu, peserta putra membawakan tarian Batak Toba dengan iringan Tortor, sementara peserta putri menampilkan tari khas Pakpak Barat.
Penampilan budaya yang menonjol
Penampilan kedua kelompok tersebut menonjol karena menampilkan kekayaan budaya Sumatera Utara di hadapan santri dari berbagai provinsi. Gerak dan irama Tortor memikat penonton dan juri, sekaligus memperkenalkan ragam tradisi daerah kepada peserta lain.
“Melalui kegiatan ini, kecintaan terhadap budaya dan keanekaragaman Indonesia semakin tumbuh di kalangan santri. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk meningkatkan persaudaraan sesama santri dari seluruh Indonesia,”
Kata-kata tersebut disampaikan oleh Ketua Tim Pondok Pesantren, H. Kamaluddin, S.Ag, yang hadir bersama pimpinan kontingen, H. Muhammad Asrul (Pinkonda Putra) dan Kartika (Pinkonda Putri). Mereka menyatakan harapan agar penampilan seni budaya menjadi sarana pelestarian tradisi di kalangan generasi muda pesantren.
“Tortor bergema di PPSN VI Malang sebagai rangkaian lomba pamungkas dalam ajang santri se-Indonesia,”
Rangkaian lomba yang melibatkan kontingen
Penampilan di Got Talent merupakan bagian dari rangkaian lomba yang lebih luas selama PPSN VI. Sebelum gelaran seni budaya ini, kontingen Sumatera Utara mengikuti beberapa cabang perlombaan lainnya.
- Lomba yel-yel putra dan putri
- Lomba Teknologi Tepat Guna putra dan putri
- Lomba Kuliner Nusantara tim putra dan putri
- Lomba Pionering tim putra dan putri
Rangkaian lomba tersebut memberi ruang bagi santri untuk mengasah bakat, keterampilan, dan kerja sama tim. Selain aspek kompetisi, kegiatan ini juga ditujukan untuk memperkuat rasa kebersamaan antar-pesantren dari seluruh Indonesia.
Makna dan harapan ke depan
Panitia dan pembina berharap pengalaman di PPSN VI menanamkan kecintaan terhadap budaya bangsa serta menjadi bekal bagi para santri untuk terus mengembangkan potensi. Penampilan kontingen Sumatera Utara dinilai lebih dari sekadar kompetisi; ini menjadi momen diplomasi budaya antar-daerah di lingkungan pesantren.
Dengan mengusung semangat kebinekaan, penampilan-penampilan tradisional seperti Tortor dan tari Pakpak hadir sebagai pengingat bahwa warisan budaya tetap hidup bila dipraktikkan dan diwariskan oleh generasi muda.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Wanita Tuna Wicara Bernama Menik Dilaporkan Hilang di Batubara
Menik, wanita tuna wicara berusia 63 tahun, dilaporkan hilang dari rumah di Padang Genting, Batubara sejak 1...
Putra Putri Bonapasogit 2026: Pemenang dan Harapan Bupati Taput
Putra Putri Bonapasogit 2026 di Tarutung menghasilkan enam pemenang; pemerintah berharap mereka menjadi duta...
Samosir Dapat Irigasi 15 km dan 20 Jembatan lewat Sinergi TNI
Samosir mulai bangun irigasi perpipaan 15 km dan rehabilitasi 20 jembatan lewat sinergi Pemkab, TNI, dan Kem...
Rico Waas Minta Al Jam'iyatul Washliyah Medan Perkuat Peran
Wali Kota Medan Rico Waas mendorong Al Jam'iyatul Washliyah Medan 2026–2031 memperkuat peran dalam agama, pe...
Tabligh Akbar IPHI Sumut Santuni 200 Anak Yatim Pasca Muktamar
PW IPHI Sumut menggelar Tabligh Akbar di Deli Serdang, diikuti ~1.000 jamaah dan santuni 200 anak yatim seba...
Rico Waas: Pelantikan ICMI Muda Medan Harus Jadi Aksi Nyata
Wali Kota Medan Rico Waas minta ICMI Muda Medan yang baru dilantik langsung bergerak dengan roadmap kerja da...