Lokal

Samosir Dapat Irigasi 15 km dan 20 Jembatan lewat Sinergi TNI

Bagikan:
Peletakan batu pertama pembangunan irigasi dan jembatan di Desa Sideak, Samosir

Pangururan, Samosir — Pemerintah Kabupaten Samosir memulai pembangunan jaringan irigasi perpipaan sepanjang sekitar 15 kilometer untuk mengairi 680 hektare persawahan. Peletakan batu pertama juga menandai dimulainya rehabilitasi dan pembangunan 20 unit jembatan serta kegiatan konservasi lingkungan lewat penanaman pohon, Kamis (1/10) di Desa Sideak, Kecamatan Palipi.

Paket proyek: irigasi, jembatan, dan konservasi

Pembangunan ini merupakan hasil sinergi anggaran antara Pemkab Samosir, TNI, dan Kementerian Pertanian. Proyek utama diarahkan untuk mengurangi ketergantungan petani pada curah hujan dan meningkatkan indeks pertanaman.

Rincian program meliputi:

  • Irigasi perpipaan sepanjang ~15 km untuk tiga desa (Desa Sideak, Desa Urat II, Desa Huta Dame) yang mengairi 680 ha sawah.
  • Pembangunan dan rehabilitasi 20 unit jembatan dari 22 usulan untuk memperkuat konektivitas antarwilayah.
  • Konservasi lingkungan melalui penanaman 350 batang pohon, termasuk tanaman endemik Danau Toba dan sengon.

Alasan dan harapan

Menurut Bupati Vandiko T. Gultom, program ini penting untuk menjaga keberlanjutan produksi pertanian dan ketahanan pangan. Ia menegaskan bahwa keterbatasan anggaran tidak boleh menghentikan pembangunan.

Keterbatasan anggaran tidak boleh menghentikan pembangunan di Kabupaten Samosir. Berbagai cara terus kami upayakan, salah satunya melalui sinergitas anggaran seperti yang kita lakukan bersama TNI dan Kementerian Pertanian. Ini merupakan inovasi yang kami terapkan untuk mencari sumber-sumber anggaran agar pembangunan di Kabupaten Samosir tetap berjalan kebutuhan masyarakat tercukupi

Vandiko juga menyampaikan apresiasi atas dukungan TNI yang sebelumnya membantu penyediaan air bersih melalui 31 unit sumur bor. Ia mengajak masyarakat mendukung pelaksanaan proyek, terutama jika jaringan pipa melintasi lahan warga.

Luar biasa perhatian Bapak Kasad kepada Kabupaten Samosir. Setelah sumur bor, kini kita mendapatkan dukungan untuk irigasi perpipaan, jembatan dan konservasi lingkungan. Ini merupakan bentuk sinergi yang sangat luar biasa untuk mendukung kesejahteraan masyarakat

Peran TNI dan kelanjutan program

Danrem 023/Kawal Samudera Iwan Budiarso menyatakan keterlibatan TNI melalui kegiatan Karya Bakti sebagai tindak lanjut arahan Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) untuk membantu percepatan pembangunan daerah.

Program ini membutuhkan perjuangan dan sinergi untuk mendapatkan anggaran, termasuk melalui koordinasi langsung dengan kementerian. Kami berharap seluruh kegiatan ini dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat nyata bagi peningkatan perekonomian masyarakat

Selain irigasi dan jembatan, rencana kelanjutan penyediaan air bersih akan memasuki tahap kedua dengan tambahan 40 titik sumur bor, sehingga total menjadi 71 titik di Kabupaten Samosir.

Respons warga

Kepala Desa Sideak, Buntu Situmorang, menyatakan dukungan dan terima kasih atas perhatian Kasad dan Pemkab. Ia berharap pembangunan memberi manfaat luas bagi tiga desa di Kecamatan Palipi.

Pembangunan ini membawa manfaat yang banyak untuk kehidupan masyarakat pada tiga desa di Kecamatan Palipi. Terima kasih kepada bapak kasad beserta seluruh jajaran dan bapak Bupati Samosir yang telah memberikan perhatian. Kami akan mendukung pembangunan ini

Peletakan batu pertama menandai dimulainya serangkaian pekerjaan infrastruktur yang diharapkan memperkuat konektivitas, mendongkrak produktivitas pertanian, dan menjaga kelestarian lingkungan di Samosir.

Sarah Kurniawati
Penulis
Sarah Kurniawati

Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.

Berita Terkait