Yusuf Tambunan Kritik Kepemimpinan Lokot, Kursi Demokrat Sumut Turun
Medan, 15 Agustus — Yusuf Tambunan, salah satu deklarator senior Partai Demokrat Sumatera Utara, mengkritik tajam kepemimpinan Ketua DPD Demokrat Sumut, Lokot Nasution. Ia menilai penurunan perolehan kursi dan masalah tata kelola menjadi alasan utama kritikan itu, yang berujung pada pemberhentian dirinya dari jabatan Wantin DPD.
Kritik soal perolehan kursi
Yusuf menyatakan bahwa penilaian terhadap keberhasilan partai harus berdasarkan angka kursi legislatif. Menjelang Musyawarah Daerah (Musda), Lokot pernah menargetkan perolehan 15–16 kursi DPRD Sumut, namun realisasinya jauh di bawah target.
Menurut Yusuf, Demokrat yang sebelumnya memiliki 9 kursi kini menyusut menjadi 5 kursi. Ia menegaskan bahwa keramaian kader bukan tolok ukur prestasi jika tidak diikuti perolehan kursi.
Jangankan 16, yang 9 aja hilang jadi 5
Prestasi partai itu dibuktikan dengan jumlah yang diperoleh. Kalau tak bisa 16, minimal bertahan. Kalau jatuh, itu bukan prestasi
Tata kelola keuangan dan komunikasi internal
Selain capaian elektoral, Yusuf mempersoalkan pengelolaan keuangan partai. Ia menuntut agar penggunaan anggaran, termasuk dana yang bersinggungan dengan APBD, dibuka secara transparan dan akuntabel kepada seluruh kader.
Yusuf juga menyoroti lemahnya komunikasi antara pengurus DPD dan jajaran di bawahnya. Dari sekitar 200 pengurus, ia menyebut hanya segelintir orang dekat ketua yang aktif berkomunikasi.
Apakah terjadi stagnan, atau komunikasi yang tidak nyambung antara ketua DPD dengan pengurus? Coba tanyakan ke pengurus lain, jangan hanya ke saya
Pemberhentian dari posisi Wantin
Karena kritiknya, Yusuf mengaku menerima SK pemberhentian dari posisi Wantin tanpa pemberitahuan awal. Ia menyatakan bahwa tindakan itu menjadi risiko yang siap ia terima demi menjaga integritas partai.
Kita yang punya tanggung jawab moral untuk mengingatkan, malah dianggap merugikan partai. Waktu itu saya tidak tahu apakah DPP tahu, tahu-tahu dapat SK, kita dikeluarkan
Harapan menjelang Musda
Menjelang Musda Demokrat Sumut yang dijadwalkan Oktober, Yusuf berharap kandidat yang diusung dan direstui DPP mampu mengelola partai secara profesional dan membangun komunikasi yang sehat di seluruh struktur.
Ia menegaskan kritiknya bukan karena sentimen pribadi, melainkan dorongan moral untuk memperbaiki pengelolaan partai.
Kita tidak ada benci dengan siapa pun. Tapi bagaimana penggunaan anggaran partai harus dibuka secara transparan dan akuntabel
Dengan latar sejarah perjuangan membesarkan Demokrat Sumut sejak 2003–2004, Yusuf menekankan tanggung jawab moral generasi pendiri untuk memastikan partai dikelola oleh orang yang memiliki prestasi dan integritas. Kritik yang dilontarkan diharapkan mendorong perbaikan menjelang proses politik internal yang penting.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Kericuhan di Hari Damai Aceh: Mobil dan Motor Dibakar di Banda Aceh
Kericuhan di peringatan 21 tahun Damai Aceh: satu Pajero Sport dan sepeda motor warga rusak dan dibakar di k...
Perdamaian Aceh 21 Tahun: Tantangan Wujudkan Manfaat Nyata
Wagub Aceh minta manfaat perdamaian nyata setelah 21 tahun, termasuk pengembangan ekonomi lewat sertifikat t...
Ricuh di Banda Aceh saat Peringatan 21 Tahun Perdamaian
Peringatan 21 tahun perdamaian Aceh di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, berakhir ricuh; polisi menembak...
Pemko Medan Dukung Kenduri Diraja Negeri Deli 27 Agustus 2026
Wali Kota Medan dukung penuh Kenduri Diraja Negeri Deli 27 Agustus 2026 dan pastikan penataan Taman Sri Deli...
Pemko Medan Gelar Gotong Royong Serentak di 21 Kecamatan
Pemko Medan gelar gotong royong serentak di 21 kecamatan pada 15/8 untuk sambut HUT ke-81, sekaligus menampu...
Wabup Serdang Bedagai Tinjau Kontingen Pramuka di Jamnas XII Cibubur
Wabup Serdang Bedagai Adlin Tambunan meninjau kontingen Pramuka Sergai di Jamnas XII Buperta Cibubur, member...