Lokal

Wali Kota Wesly Dinobatkan Tokoh Toleransi Sumut di Penutupan FASI XIII

Bagikan:
Wali Kota Wesly Silalahi menerima penghargaan Tokoh Toleransi di FASI XIII Pematangsiantar

Pematangsiantar — Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi menerima penghargaan Tokoh Toleransi Sumatera Utara pada penutupan Festival Anak Sholeh Indonesia (FASI) XIII Tingkat Provinsi Sumut, Rabu (24/6) malam di Lapangan Adam Malik Pematangsiantar. Penghargaan diserahkan oleh DPW BKPRMI Provinsi Sumut sebagai apresiasi atas kepedulian Wesly terhadap anak yatim dan dukungan pemkot terhadap kegiatan keagamaan.

Penghargaan dan alasan pemberian

Ketua DPW BKPRMI Sumut H. Syafrizal Harahap menyampaikan penghargaan tersebut sambil menunjukkan video kebersamaan Wesly dengan organisasi. Syafrizal menyebut tindakan Wesly yang membawa anak yatim berbelanja kebutuhan Idul Fitri saat Ramadhan 1447 H sebagai contoh kepedulian yang memicu hubungan emosional antara BKPRMI dengan wali kota.

"Saat itu, Muncul kekuatan emosional antara BKPRMI dengan Pak Wesly,"

Syafrizal juga mengatakan BKPRMI sebelumnya memberi apresiasi kepada Wesly pada Rapimnas di Jakarta pada Mei lalu, dan berharap Wesly dapat mendampingi kontingen saat FASI tingkat nasional.

Penutupan FASI XIII dan Konser Muharram

Penutupan FASI XIII dimeriahkan Konser Muharram 1448 H yang menampilkan artis religi Haddad Alwi. Acara sekaligus menjadi ajang pengumuman juara dan pawai terbaik.

"Semua agama mengajarkan cinta,"

kata Haddad Alwi saat memberikan apresiasi kepada Wali Kota Wesly dari atas panggung.

Pesan Wali Kota dan tokoh agama

Dalam sambutannya, Wesly mengucapkan selamat kepada para pemenang dan memberi motivasi kepada peserta yang belum berhasil untuk terus belajar dan berusaha.

"Usaha terbaik akan mendapatkan hasil terbaik,"

Wesly juga menyampaikan terima kasih kepada panitia dan semua pihak pelaksana. Ia meminta maaf bila masih ada kekurangan selama Pematangsiantar menjadi tuan rumah, dan mengajak seluruh warga menyambut Tahun Baru Islam dengan makna yang lebih baik.

Tuan Guru Batak Syekh Dr. H. Ahmad Sabban El-Rahmaniy menjelaskan bahwa malam penutupan bertepatan dengan Malem Asyura, sehingga acara bernilai spiritual. Ia memuji kehadiran pimpinan kota dan menyebut Pematangsiantar sebagai contoh kota toleran setelah menempati peringkat 4 Kota Toleran di Indonesia.

"Pematangsiantar sudah membuktikan sebagai Kota Toleransi,"

Rangkaian lomba dan pemenang

FASI XIII berlangsung sejak Sabtu (20/06/2026) dengan berbagai kategori lomba. Panitia menyelenggarakan lomba yang meliputi:

  • Nasyid
  • Tilawah
  • Menggambar
  • Azan dan Iqomah
  • kategori anak sholeh lainnya

Penghargaan Pawai Terbaik dan Juara Umum FASI XIII Tingkat Provinsi Sumut keduanya diraih kontingen Kota Pematangsiantar.

Peserta dan tamu undangan

Acara dihadiri unsur Forkopimda, anggota DPRD, pejabat Bank Indonesia, pimpinan Bank Sumut, pimpinan ormas Islam, serta jajaran Pemko Pematangsiantar. Kehadiran mereka memperkuat dukungan terhadap kegiatan anak dan penguatan nilai toleransi.

Penutup: makna dan implikasi

Penobatan Wesly sebagai Tokoh Toleransi Sumut menegaskan peran pemerintah daerah dalam memfasilitasi kegiatan keagamaan dan sosial. Selain itu, tokoh agama menyoroti pentingnya keberagaman sebagai kekuatan, bukan pemecah persatuan. Wesly juga disebutkan akan mengikuti pendidikan di Lemhanas, mewakili Provinsi Sumatera Utara, yang dinilai memperkuat kapasitas kepemimpinannya ke depan.

Sarah Kurniawati
Penulis
Sarah Kurniawati

Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.

Berita Terkait