Aceh Besar Gencarkan Sosialisasi Orang Tua Asuh untuk Cegah Stunting
Wakil Bupati Aceh Besar Drs H Syukri membuka Sosialisasi Orang Tua Asuh Cegah Stunting di Aula SMK Al Mubarkeya, Kecamatan Ingin Jaya, Kamis (25/6). Kegiatan digelar sebagai upaya pencegahan stunting dan bagian dari program prioritas daerah yang selaras dengan agenda nasional. Pemerintah kabupaten bersama OPD dan pemangku kepentingan berkomitmen memperkuat intervensi pada keluarga berisiko.
Kebijakan daerah dan visi misi
Syukri menegaskan pencegahan stunting masuk dalam visi Bupati Aceh Besar yang menekankan pembangunan sumber daya manusia berkualitas. Visi itu dituangkan ke dalam misi yang meliputi peningkatan pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan berbasis kawasan.
Sejalan dengan visi dan misi tersebut, maka menjadi program dan prioritas kita adalah mewujudkan pembangunan sumberdaya manusia Aceh Besar yang berkualitas dan berdaya saing.
Data stunting dan tantangan
Pemkab mencatat stunting masih menjadi tantangan utama. Hasil Survey Status Gizi Balita Indonesia (SSGI) 2024 menunjukkan angka yang masih tinggi. Data real time dari Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (EPPGBM) memperlihatkan angka sekitar 14%.
Kedua sumber data tersebut merupakan kewenangan Kementerian Kesehatan, namun menjadi rujukan bagi perencanaan program daerah.
Program Gerakan Orang Tua Asuh (Genting)
Kegiatan sosialisasi memperkenalkan Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting, disingkat Genting. Tujuan utamanya membangun kolaborasi antarlembaga dan memadukan program agar intervensi berjalan lebih efektif dan efisien.
Kegiatan kita pada hari ini yaitu sosialisasi Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) merupakan upaya untuk membangun kolaborasi (gotong royong), integrasi program dan kegiatan sehingga dapat dilaksanakan secara efektif dan efisien untuk mencapai target dan sasaran yang telah ditetapkan.
Metode Genting mencakup pemberian nutrisi untuk keluarga berisiko, pendampingan berupa konseling dan edukasi, serta pembangunan sarana dasar. Contoh intervensi yang sudah berjalan ialah bantuan Baitul Mal Aceh Besar kepada 46 keluarga di 23 kecamatan.
Peran stakeholder dan pelaku usaha
Sosialisasi dihadiri kepala OPD terkait, kepala puskesmas, penyuluh keluarga berencana, dan perwakilan dunia usaha. Pemerintah membuka ruang partisipasi bagi BUMN, perusahaan swasta, dan masyarakat melalui program CSR dan gotong royong.
Upaya ini diharapkan memperkuat jejaring penanggulangan stunting sekaligus mempercepat pencapaian target kesehatan anak di Aceh Besar.
Penutup: Pemkab Aceh Besar menyatakan akan terus menggencarkan program pencegahan stunting dan memperluas kolaborasi antarstakeholder untuk menurunkan prevalensi dan meningkatkan kualitas hidup anak.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Vonis Berbeda untuk Dua Terdakwa Suap Proyek Kereta Medan-Binjai
PN Medan menjatuhkan hukuman 5 dan 4 tahun penjara, denda, dan uang pengganti terkait suap proyek JLKAMB; ke...
Unimed Perkuat Tata Kelola Taman Baca Rumber Anak Muslim di Medan
Tim dosen FIP Unimed menguatkan tata kelola Taman Baca Rumber Anak Muslim di Medan untuk tingkatkan literasi...
Wesly Silalahi Dinobatkan Tokoh Toleransi di Sumut
Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi menerima penghargaan tokoh toleransi Sumut saat penutupan FASI XIII...
Wabup Sergai Buka Pelatihan Penyusunan LPPD di Sei Rampah
Wabup Sergai membuka Pelatihan Penyusunan LPPD di Sei Rampah untuk memperkuat tata kelola daerah yang transp...
Kecelakaan Beruntun di Lubukpakam, 4 Kendaraan Terlibat
Empat kendaraan terlibat kecelakaan beruntun di Jalinsum Lubukpakam pada 25 Juni; tiga orang luka ringan.
YGSJ Sigorbus Deklarasi Anti Narkoba Menuju Indonesia Emas 2045
YGSJ Sigorbus deklarasikan gerakan anti narkoba pada HANI 2026, tandatangani MoU dengan MUI Palas untuk reha...