Hujan Deras dan Angin Kencang Rusak 120 Rumah di Medan Johor
Medan — Hujan deras disertai angin kencang yang mengguyur Kota Medan pada Selasa (18/8) malam menyebabkan 120 rumah di Kecamatan Medan Johor mengalami kerusakan. Peristiwa terjadi di dua kelurahan, menimbulkan kerugian materi namun tidak menimbulkan korban jiwa.
Kerusakan dan lokasi terdampak
Data yang dihimpun pada Rabu (19/8) menunjukkan distribusi rumah rusak sebagai berikut:
- Kelurahan Suka Maju: 90 rumah terdampak
- Kelurahan Titi Kuning: 30 rumah rusak parah
Secara keseluruhan kerusakan sebagian besar berupa atap terangkat dan dinding retak akibat terpaan angin kencang saat hujan deras melanda.
Respons polisi dan bantuan darurat
Polsek Delitua segera menerjunkan seluruh personel ke lokasi untuk memastikan keselamatan warga dan menyalurkan bantuan darurat. Petugas juga mendirikan dua tenda untuk menyiapkan makanan bagi warga terdampak dan memberikan pendampingan sementara.
"Ada dua kelurahan di Kecamatan Medan Johor yang terdampak musibah alam yakni Kelurahan Suka Maju terdapat 90 rumah terdampak kerusakan dan Kelurahan Titi Kuning ada 30 rumah yang rusak parah," ujar Kapolsek Delitua, AKP K Sitompul.
Pihak kepolisian menegaskan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun mereka mengimbau warga untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca buruk susulan dan menjaga barang berharga saat perbaikan rumah dilakukan.
Kebutuhan warga dan harapan bantuan
Salah seorang warga yang rumahnya rusak, Rasida, menyatakan kerugian materi yang dialami mencapai jutaan rupiah. Ia berharap pemerintah kota segera memberikan bantuan perbaikan dan bantuan logistik.
"Akibat kejadian aku mengalami kerugian materil sebesar Rp4 juta. Semoga Pemerintah Kota Medan segera memberikan bantuan," harap Rasida.
Selain perbaikan fisik rumah, warga juga membutuhkan bantuan bahan pokok, bahan bangunan ringan, serta pendataan resmi untuk klaim bantuan pemerintah.
Konsekuensi dan langkah selanjutnya
Peristiwa ini menyoroti kebutuhan peningkatan kesiapsiagaan lokal terhadap cuaca ekstrem. Ke depan, koordinasi antara aparat kecamatan, kepolisian, dan dinas sosial diharapkan dapat mempercepat penanganan dan pendataan warga terdampak untuk penyaluran bantuan lebih tepat sasaran.
Pemerintah kota belum mengumumkan jadwal kunjungan atau paket bantuan resmi pada saat pelaporan ini, sehingga warga menunggu konfirmasi lebih lanjut dari pihak berwenang.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Lapas Tebingtinggi Beri Remisi ke 720 Warga Binaan HUT RI ke-81
Lapas Klas IIB Tebingtinggi memberikan remisi HUT RI ke-81 kepada 720 warga binaan, termasuk 17 yang langsun...
DLH Aceh Besar Gotong Royong Bersihkan Kota Jantho Pasca Karnaval
Puluhan petugas DLH Aceh Besar melakukan gotong royong pembersihan Kota Jantho pasca karnaval HUT RI, fokus...
PWI dan KNPI Siap Kolaborasi Dorong Toleransi di Pematangsiantar
PWI Pematangsiantar dan KNPI sepakat bersinergi untuk program toleransi, Tugu Toleransi, dan percepatan Perd...
Anak 8 Tahun Hanyut di Sungai Bah Sosopan, Pencarian Dilanjutkan
Polsek Siantar Martoba dan tim gabungan mencari anak 8 tahun yang terseret arus Sungai Bah Sosopan sejak Sen...
Bocah 8 Tahun Hanyut di Sungai Bah Sosopan, Pencarian Diperluas
Anak 8 tahun dilaporkan hanyut di Sungai Bah Sosopan pada 17 Agustus; pencarian BPBD Pematangsiantar diperlu...
BMKG Imbau Waspada Gempa Susulan usai Gempa M 6,1 di Nias Selatan
BMKG imbau waspada gempa susulan setelah gempa M 6,1 di Nias Selatan; dinyatakan tidak berpotensi tsunami da...