Wakil Ketua PDI-P Desak Copot Kepala BGN Sumut Usai Keracunan MBG
Medan — Wakil Ketua PDI Perjuangan Sumatera Utara, Sutrisno Pangaribuan, mendesak pencopotan Kepala Regional Badan Gizi Nasional (BGN) Sumut, Teuku Agung Kurniawan, menyusul kasus keracunan massal program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menimpa ratusan siswa di Kabupaten Karo pekan lalu. Desakan itu disampaikan Sutrisno kepada wartawan pada Rabu (19/8).
Desakan pencopotan dan alasan
Sutrisno menilai kegagalan pengelolaan dan pengawasan dapur-dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Sumut menjadi penyebab utama insiden. Ia meminta agar tindakan tidak hanya berhenti pada desakan, tetapi dilanjutkan dengan pencopotan dan penindakan oleh BGN pusat jika diperlukan.
"Kita mendesak Kepala BGN Sumut itu dicopot, kalau bisa BGN pusat juga ditindak. Karena kita merasa karena kerap terjadi kelalaian, ini malah menciptakan ladang korupsi dan jatuhnya korban kepada generasi bangsa kita,"
Sutrisno menyatakan ia menerima informasi tentang lemahnya komunikasi dan seringnya kelalaian dalam pelaksanaan tugas oleh pejabat terkait. Menurutnya, kondisi itu membuat pencopotan menjadi langkah yang layak.
Kritik terhadap penanganan medis korban
Sutrisno juga mengkritik rujukan medis terhadap para korban keracunan. Ia menyoroti keputusan merujuk korban ke Rumah Sakit Haji yang berstatus tipe 2 (Grade B), alih-alih ke fasilitas yang lebih tinggi.
"Seharusnya, para korban itu dibawa ke tempat yang layak. Harusnya dibawa ke Rumah Sakit Adam Malik yang tingkat 1 atau grade A. Tetapi ini malah dirujuk ke sana. Kita menduga pada korban ini diobati menggunakan BPJS, bukan malah diberikan pelayanan dan penanganan terbaik ataupun optimal,"
Pernyataan itu mencerminkan kekhawatiran mengenai kualitas perawatan dan prioritas penanganan pada masa darurat keracunan massal.
Tudingan afiliasi dapur SPPG dan penutupan kasus
Lebih lanjut, politisi PDI-P tersebut menuding adanya upaya penutupan atas kelalaian salah satu dapur SPPG di Kabupaten Karo. Ia menyebut dapur yang diduga terlibat memiliki afiliasi dengan Kodim setempat, sehingga dikhawatirkan proses penanganan kasus tidak berjalan transparan.
Implikasi dan harapan tindak lanjut
Kasus ini menimbulkan pertanyaan soal tata kelola program Makan Bergizi Gratis dan mekanisme pengawasan di tingkat regional. Sutrisno mendesak agar BGN pusat dan pihak berwenang menindaklanjuti temuan, melakukan pemeriksaan menyeluruh, serta memastikan perlindungan dan penanganan yang layak bagi korban.
Pengawasan yang lebih ketat dan transparansi dalam pengelolaan dapur SPPG menjadi sorotan utama agar insiden serupa tidak terulang.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Rico Waas: Pelantikan ICMI Muda Medan Harus Jadi Aksi Nyata
Wali Kota Medan Rico Waas minta ICMI Muda Medan yang baru dilantik langsung bergerak dengan roadmap kerja da...
Tapanuli Highlands Festival 2026: Pulau Sibandang Tampil sebagai Destinasi Sport Tourism
Pulau Sibandang dan Muara dipromosikan lewat Tapanuli Highlands Festival 2026; 65 peserta mengikuti lomba re...
Kejati Aceh Gelar Seleksi Jabatan Eselon III.b dengan Sistem Merit
Kejati Aceh menggelar seleksi Jabatan Eselon III.b pada 2 Oktober 2026 menggunakan sistem merit untuk menjar...
Polsek Gunung Malela Tangkap Dua Pengedar Sabu di Siantar
Polsek Gunung Malela menangkap MD (45) dan AID (27) di Siantar, 30/9, serta menyita sabu dan barang bukti la...
Puluhan Remaja Masjid Al Ikhlas Gelar Tadabbur Alam di Medan
Puluhan remaja Masjid Al Ikhlas mengadakan Tadabbur Alam di Medan Selayang untuk mempererat ukhuwah dan meng...
Rico Waas Janji Tangani Banjir dan Tambah 10.000 CCTV di Medan
Wali Kota Medan Rico Waas janji solusi banjir di Kelurahan Beringin, rencanakan drainase, parit, pembersihan...